Rabu, 09 September 2020

Kopi, Tasbih dan Menziarahi Wali Allah.

Kopi, Tasbih dan Menziarahi Wali Allah.

Habib Ahmad bin Hasan Al Attos, memberi sebuah ijazah secara tertulis yang diberikan kepada Syekh Yusuf An Nab'hani, yang kemudian ijazah sanad tersebut ditulis di salah satu kitab beliau yang berjudul "Jawahirul Bihar" halaman 1613 baris ke-6, dan ini saya kutip sebuah riwayat dari naskah ijazah tersebut:

ومما سمعته من سيدي العارف بالله أبي بكـر بن عبد الله بن طالب العطاس , قال : كان السيد أحمد بن علي بحـر القديمي يجتمع بالنبي صلي الله عليه وسلم يقظـة . فقال له يوما : أريـد أن أروي عنك حـديثاً بلا واسطة . فقال له : أحـدثك بثـلاثـة أحـاديث : الأول : ما زال ريح قهوة البن في فـم الإنسان تـسـتـغـفـر له الملائكة . الثاني : من اتخـذ سبحـة ليذكـر الله بها كتب من الذاكـرين الله كثـيـراً ، إن ذكـر بها أو لم يذكـر بها . والثالث : من وقـف بين يدي ولي لله حي أو ميـت فكأنما عبد الله تعالي في زوايا الأرض حتى تقطع إربـاً أربـاً . هكذا كما في "جواهر البحار في فضائل النبي المختار" ص ١٦١٣ خ ٦ . اهـ

Kurang lebih artinya :

Dan sebagian yang saya dengar dari guruku Sayyidi Abu Bakar Bin Abdullah bin Tholib Al Attos beliau berkata bahwa As Sayyid Ahmad bin Ali Bahr Al Qadimi jumpa dengan Nabi Muhammad dalam keadaan terjaga. Beliau berkata kepada Nabi : Wahai Rasulullah, saya ingin mendengar hadits dari engkau secara langsung tanpa perantara.

Rasulullah menjawab : Aku akan memberikan kepadamu tiga hadits :

Pertama : Selama bau biji kopi masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula Malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya.

Kedua : Siapa saja yang membawa Subhah (tasbeh) dia akan dicatat sebagai orang yang berdzikir baik ia sedang gunakan berdzikir atau tidak.

Dan yang ketiga : Siapa saja yang menziarahi seorang wali baik yang masih hidup atau yang telah wafat, maka dirinya mendapat keutamaan pahala orang yang beribadah di setiap sudut bumi sampai dirinya terpotong-potong.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : http://www,instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Berikut ini naskah aslinya dari kitab tersebut :

https://1.bp.blogspot.com/-WHL3bR82Uck/X1l9fvr1StI/AAAAAAAAEUg/AknNsVREOe0A4iew6F5yiwfL9B4eKvHiwCLcBGAsYHQ/s1187/Screenshot_2018-07-18-07-28-26_com.mbr.camellia_1531873719253.jpg






Kamis, 03 September 2020

Hizib Nawawi.

Hizib Nawawi.

Orang yang mengamalkan hizib atau doa ini insya Allah akan memiliki kekuatan batin amat besar, setengah para ahli hikmah menjelaskan, seseorang yang memusuhi atau zalim kepada orang yang punya hizib ini, maka orang itu akan hancur dengan sendirinya.

Orang yang zalim kepada orang yang memiliki hizib ini maka ia pun akan banyak dizalimi orang lain, sebanding atau bahkan lebih besar dibandingkan kezaliman yang dilakukan pada pemegang hizib ini.

Hizib ini akan bereaksi keras, terutama kepada orang zalim, walau pengamal hizib ini tidak mendoakan keburukan kepada orang yang menzoliminya.

Hizib ini hendaknya untuk pertama kali untuk dibaca atau di amalkan sehabis sholat lima waktu sebanyak 7x dan diamalkan sebanyak 41x setiap malam selama satu minggu, jika sudah selesai mengamalkan satu minggu maka cukup dibaca 1x setiap habis sholat lima waktu.

Hizib ini juga bisa untuk menolong orang lain yang dalam keadaan bahaya, dengan cara membacakan hizib ini sebanyak 7x ulang lalu tiupkan pada air putih dan minumkan, maka insya Allah ia akan terhindar dari bahaya.

Peringatan : Jangan sekali-sekali membaca hizib ini waktu sedang naik kendaraan, karena bisa rusak kendaraan, apalagi membacanya dengan niat merusak. 

Silahkan di amalkan, ini bacaan hizibnya.

اللهم سَخِّرْ لَنَا، وَمَيِّلْ لَنَا، وَاجْذِبْ لَنَا، وَلَيِّنْ لَنَا قُلُوْبَ عِبَادِكَ أَجْمَعِيْنَ مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، وَاجْلِبْ لَنَا خَوَاطِرَهُمْ بِالْمَحَبَّةِ الدَّائِمَةِ الْقَائِمَةِ عَلَى الدَّوَامِ بِدَوَامِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنْتَ مُقَلِّبُ الْقُلُوْبِ وَالْأَبْصَارِ، يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ، يَا جَلِيْلُ يَا جَبَّارُ، أُنْصُرْنَا نَصْرًا عَزِيْزًا، وَافْتَحْ لَنَا فَتْحًا مُبِيْنًا، وَاخْذُلْ جَمِيْعَ أَعْدَائِنَا خِذْلَانًا كَبِيْرًا، فَدَمِّرْلَهُمْ تَدْمِيْرًا، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُلِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

ALLAHUMMA SAKhKhIR LANAA, WA MAYYIL LANAA, WAJDzIB LANAA, WA LAYYIN LANAA, QULUUBA ‘IBAADIKA AJMA’IINA MINAL JINNI WAL INSI, WAJLIB LANAA KhOWAAThIROHUM BIL MAHABBATID DAA-IMATIL QOO-IMATI ‘ALAD DAWAAMI BIDAWAAMIL LAILI WAN NAHAAR(I), WA ANTA MUQOLLIBUL QULUUBI WAL ABShOOR(I), YAA AZIIZU YAA GHOFFAAR(U), YAA JALIILU YAA JABBAAR(U), UNShURNAA NAShRON ‘AZIIZAN WAFTAH LANAA FATHA(N/M) MUBIINA(N), WAKhDzUL JAMII’A A’DAA-INAA KhIDzLAANAN KABIIRO(N), FADAMMIR LAHUM TADMIIRO(N), WAShALLALLAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI WA SALLAM(A), WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN(A).

Ya Allah, tundukkanlah, cenderungkanlah, satukanlah dan lembutkanlah kepada kami semua hati hamba-Mu baik dari golongan jin dan manusia, dan himpunlah apa yang terlintas dihati mereka pada kami dengan semayamnya rasa cinta yang selamanya, selama kekalnya siang dan malam, dan Engkaulah yang membolak-balikkan hati dan penglihatan mata, Wahai Yang Maha Gagah Yang Maha Pengampun, Wahai Yang Maha Mulia Yang Maha Perkasa, tolonglah kami dengan kemenangan, dan bukalah kepada kami kemenangan yang gemilang, dan kalahkan seluruh musuh-musuh kami dan binasakanlah mereka dengan sehancur-hancurnya, dan semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad dan para keluarga dan sahabatnya, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan doa atau hizib tersebut diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, Ajaztukum.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/  
Instagram : http://www,instagram.com/shulfialaydrus/  
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/   
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/ 
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/  

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Do’a Al Habib Ali bin Husin Al Athos rhm.

Do’a Al Habib Ali bin Husin Al Athos rhm. 

اللهم بِحَقِّ مُحَمَّدٍ الَّذِىْ هَدَيْتَ بِهِ النَّاسْ وَجَلَيْتَ بِهِ الْأَغْلَاسْ وَبِحَقِّ عُمَرِ الْعَطَّاسْ، وَبِحَقِّ وَمَا حَوَاهُ كِتَابُ الْقِرْطَاسْ، وَكِتَابُ تَاجِ الْأَعْرَاسْ،  أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْحَاكِمِ بَيْنَ النَّاسْ،  وَ اَنْ تُنْزِلَ بِأَعْدَائِنَا كُلَّ بُؤْسٍ وَبَأسْ وَتَقْطَعَ مِنْهُمْ كُلَّ رَأسْ وَتُخَرِّبَ مِنْهُمْ كُلَّ سَاسْ وَتُنَزِّلَهُمْ مَنْزِلَةَ الْقَائِلِ لَامِسَاسْ وَ لَا تُخْلِفْهُمْ إِلاَّوَعْدَ الْهَلَاكِ وَالْإِفْلَاسْ وَالْبُعْدِ وَالطَّرْدِ وَالْإِبْلَاسْ يَاقَادِرُ يَاقَوِيِّ يَاعَزِيْزُ

ALLAHUMMA BIHAQQI MUHAMMADIN ALLADzII HADAITA BIHIN NAAS, WA JALAITA BIHIL AGhLAAS, WA BIHAQQI 'UMARIL 'AThThOOS, WA BIHAQQI WA MAA HAWAAHU KITAABUL QIRThOOS, WA KITAABU TAAJIL A'ROOS. AN TUShOLLIYA 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN AL HAAKIMI BAINAN NAAS, WA AN TUNZILA BI A'DAA-INAA KULLA BU-SIN WA BAAS, WA TAQThO'A MINHUM KULLA ROOS, WA TUKhORRIBA MINHUM KULLA SAAS, WA TUNAZZILAHUM MANZILATAL QOO-ILI LAA MISAAS, WA LAA TUKhLIFHUM ILLA WA’DAL HALAAKI WAL IFLAAS, WAL BU’DI WATh ThORDI WAL IBLAAS, YAA QOODIRU YAA QOWWIYU YAA ‘AZIIZU. 

Artinya : Ya Allah, Demi haq Nabi Muhammad, yang dengannya Engkau beri hidayah seluruh manusia, yang dengannya pula Engkau terangi kegelapan, dan demi haq Umar Al Athos, dan demi haq apa yang terkandung dalam kitab Al Qirthos, dan kitab taajil a’ros, hendaknya Engkau limpahkan sholawat kepada Sayyidina Muhammad yang menghakimi/mengalih antara manusia, Ya Allah, turunkanlah atas musuh-musuh kami segala kesengsaraan dan bencana, Ya Allah, tebaslah kepala mereka semuanya, Ya Allah, hancurkanlah seluruh pimpinan-pimpinan mereka, Ya Allah, kucilkanlah mereka dari seluruh makhluk-makhluk-Mu, Ya Allah. Jangan Engkau gantikan kepada mereka kecuali janji kebinasaan, kebangkrutan, kejauhan, pengusiran dan kebingungan, Wahai Yang Maha Kuasa/Mampu. Wahai Yang Maha Kuat, Wahai Yang Maha Mulia/Gagah.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan doa tersebut di atas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, doa tersebut di baca 1x setiap habis sholat lima waktu, agar Allah menjaga dan melindungi kita dari musuh-musuh kita.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/  
Instagram : http://www,instagram.com/shulfialaydrus/  
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/   
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/ 
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/  

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Shalawat SHALLALLAAHU ‘ALAA MUHAMMAD.

Shalawat SHALLALLAAHU ‘ALAA MUHAMMAD.

صلى الله على محمد

SHALLALLAAHU ‘ALAA MUHAMMAD.

Artinya: Semoga Allah memberikan shalawat (rahmat yang disertakan ta'zhim) kepada Nabi Muhammad.

Imam Abdul Wahhab Asy Sya'raniy (wafat 973 Hijriyah) mengutip perkatakan Rasulullah shallallahu Alaihi Wa sallam: "Siapa saja yang membaca shalawat di atas, Allah Taala akan bukakan 70 pintu Rahmat, mendapat kecintaan dari orang lain dan tidak ada yang membenci dirinya melainkan orang yang punya sifat nifaq”.

Syekh Ali Al Khawwash Radhiyallahu Anhu berkata: "Hadis tersebut diriwayatkan para ahli ma'rifah melalui Khidhir dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Menurut kami jalur sanadnya sampai pada martabat shohih sekalipun para ahli hadist menolak jalur periwayatnnya lantaran mereka mempertahankan basic ilmu riwayat mereka.

Imam Syamsuddin Muhammad Bin Abdurrahman As Sakhawiy (wafat 903 Hijriyah) mengutip dari imam Majduddin Faizruz Abadi dari Imam Ali Bin Ishaq As Samarqandiy berkata: "Aku mendengar Al Khidhir dan Ilyas keduanya berkata: Kami mendengar dari Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang mu'min membaca:

صلى الله على محمد

Melainkan ia akan dicintai manusia, sekalipun banyak manusia membencinya di satu saat mereka akan Allah kehendaki untuk mencintainya. Dan kami mendengar Rasululllah Shallallahu alaihi wa sallam di atas mimbar bersabda: "Siapa yang membaca Shallallahu ‘Alaa Muhammad akan Allah bukakan baginya 70 pintu rahmat”.

Imam Syamsuddin As Sakhawiy juga menyebutkan bahwa Imam As Samarqandiy mendenagr Al Khidir dan Ilyas berkata: Dahulu pada zaman Bani Israil ada seorang Nabi bernama Samuel yang selalu diberikan kemenangan oleh Allah Taala ketika menghadapi musuh, Pada suatu hari musuh ingin menyerang perkampungan beliau. Musuh meyakini bahwa Nabi Samuel orang yang memiliki magic (sihir) sehingga musuh menyerang dari arah laut dengan membawa banyak pasukan. Ketika serangan musuh terdengar oleh penduduk kampung di mana Nabi Samuel berada, mereka bertanya kepada beliau apa yang harus mereka lakukan untuk menghadang musuh. Nabi Samuel alaihis salam menyerukan penduduk setempat untuk membaca: "Shallallahu ‘Alaa Muhammad". Akhirnya para penduduk mengamalkan bacaan tersebut, dan tidak lama terdengar kabar bahwa tentara musuh yang ingin menyerang mengalami mushibah kapal mereka tenggelam.

Pada suatu hari seorang lelaki dari Syam mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada beliau: Ya Rasulallah, aku punya ayah yang sudah lanjut usia dan ia ingin sekali berjumpa denganmu. Beliau berkata; "Datangkan dia ke sini! Lelaki itu menjawab: "apalah daya fisiknya tidak memungkinkan itu. Beliau berkata; Kalau begitu, suruh dia untuk memperbanyak membaca "Shallallahu ‘Alaa Muhammad" selama 7 hari 7 malam, maka dia akan bertemu aku dalam mimpi." Lelaki itupun bergegas pulang dan menyampaikan pesan Rasululllah kepada ayahnya lalu ayahnya mengamalkan pesan tersebut hingga beliau bertemu Rasulullah lewat mimpinya”.

Adapun sanad muttashil (bersambung) kepada imam As Samarqandiy radhiyallahu Anhu beliau dari Al Khidir dan Ilyas, alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) riwayatkan sebagai berikut:

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن المعمر العلامة الحبيب أحمد بن ابي بكر احمد الحبشي عن الشيخ العلامة عمر حمدان المحرسي عن الشيخ حسين بن محمد الحبشي عن السيد احمد بن زيني دحلان المكي عن شيخه عثمان بن حسن الدمياطي عن العلامة محمد بن عبد القادر الأمير عن الشيخ علي بن محمد العربي السقاط عن الشيخ عبد الله بن سالم البصري عن الشيخ عيسى الجعفري الثعالبي عن الشيخ علي الاجهوري عن السراج عمر بن الجائي عن الحافظ جلال الدين السيوطي عن التقي إلي الفضل محمد بن محمد بن فهد العلوي المكي عن مجد الدين محمد بن يعقوب الفيروزابادي عن فخر الدين ابي عمرو عثمان بن محمد الثوري المالكي عن تاج الدين عبد الوهاب بن الحسين الشافعي عن محمد بن رضي الدين ابي الخير احمد بن اسماعيل القروي عن والده عن ابي القاسم عبد الملك بن ابي عبد الله محمد عمر الخطيب عن ابي سعيد محمد بن علي العثماني عن الحسين احمد عن ابي القاسم عبد الرحمن بن محمد القوراني عن ابي بكر احمد بن محمد القاسم الديدانقاني المؤذن عن ابي المظفر محمد بن عبد الله الخيام الحربي السمرقندي المعروف بأبي ورد عن الخضر وإلياس عليهم السلام

Ilyas adalah nama seorang Nabi Bani Israil yang merupakan cicit dari Nabi Harun Alaihis Salam. Imam Ibnu Kastir dalam kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan Nasab beliau Ilyas Bin Yasin Bin Fanhash Bin Al Aizar Bin Harun. Beliau Allah utus berdakwah di daerah Ba'labak bagian barat negri Syiria.

Sedangkan nama asli Al Khadhir atau sering juga disebut Al Khidhir adalah Balya Bin Malkan. sebutan Khadhir lantaran setiap tempat yang beliau diami akan tumbuh rerumputan dan tumbuhan hijau. Para ulama berselisih tentang kenabiannya. Ulama Ahli zhahir menyatakan beliau itu Nabi. Ulama Ahli batin mengatakan beliau hanya seorang wali. Imam Al Ghazaliy dalam Kitab Ihya Ulumiddin menyebut Al Khadhir sebagai pemimpin para wali Abdal. 

Nasab beliau adalah Balya Bin Malkan Bin Faligh Bin Abir Bin Syalikh Bin Qinan Bin Arfakhasdz bin Sam Bin Nuh Alaihis salam. Beliau merupakan ponakan dari kakek Nabi Ibrahim Alaihis Salam.

Diriwayatkan ketika Nabi Adam Alaihis salam di akhir-akhir usianya berwasiat kepada anak-anak cucunya bahwa nanti akan ada mushibah besar berupa banjir yang mengkaramkan seluruh dunia, bahwa siapa saja di antara keturunan kalian nanti yang dapat memindahkan kuburanku ke sebuah bukit, maka dia aku doakan menjadi manusia yang paling panjang umurnya sampai hari kiamat. Dalam rentangan waktu panjang wasiat tersebut terus di sampaikan dari generasi ke generasi sampai zaman Nabi Nuh alaihis salam di mana sebelum terjadi banjir beliau yang membawa jenazah Nabi Adam selanjutnya Nabi Nuh berwasiat kepada anak cucunya untuk memindahkan jasad Nabi adam untuk di makamkan di sebuah bukit. Dan akhirnya Al Khidhir yang memindahkan jasad Nabi Adam Alaihis Salam.

Baca shalawat di atas minimal sehari semalam 1000 kali, tentunya dibaca dengan bacaan yang tartil (perlahan) hingga benar-benar mantab kekhusyuannya. jangan tergere-gere (terburu-buru) membacanya, pasalnya bisa merusak artinya. seandainya seseorang membaca dengan cepat terburu-buru, maka yang terdengar SOLMAD, SOLMAD, SOLMAD. padahal bacaan aslinya Shallallahu ‘alaa muhammad.

Rasulullah SAW, bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بهَا عَشْرًا ومَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِائَةَ حَاجَةٍ أَيْسَرُهَا عِتْقُهُ مِنَ النَّارِ، ومَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي يَوْمٍ أَلْفَ مَرَّةٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ - رواه مسلم

Barangsiapa bershalawat satu kali kepadaku, maka Allah bershalawat (melimpahkan rahmat) kepadanya 10 kali. Barangsiapa setiap hari bershalawat kepadaku 100 kali, maka Allah mendatangkan 100 hajat baginya, hajat yang paling mudah ialah kebebasannya dari neraka. Barangsiapa dalam sehari bershalawat kepada 1000 kali, maka ia tidak akan mati sebelum ia melihat tempatnya di sorga. (HR. Muslim)

Rosulullah SAW Bersabda :

قال صلي الله عليه وسلم : من صلي علي صلاة واحدة, صلي الله عليه بها عشرا, ومن صلي علي عشرا, صلي الله عليه بها مائة, ومن صلي علي مائة, صلي الله عليه بها الفا, ومن صلي علي الفا, لم تمسه النار

Barangsiapa bersholawat kepadaku sekali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh, dan barangsiapa bersholawat kepadaku sepuluh, Allah akan bersholawat kepadanya seratus, dan barangsiapa bersholawat kepadaku seratus, Allah akan bersholawat kepadanya seribu, dan barangsiapa bersholawat kepadaku seribu, maka api neraka tidak akan menyentuhnya. (Kitab Lubabul Hadits - Al Imam Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthiy)

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي عن كياهي الحاج عبد الرزاق أمام خليل الجاوي عن العلامة حسن محمد المشاط المكي عن الشيخ عمر حمدان المحرسي عن الشيخ حسين بن محمد الحبشي عن السيد احمد بن زيني دحلان المكي عن شيخه عثمان بن حسن الدمياطي عن العلامة محمد بن عبد القادر الأمير عن الشيخ علي بن محمد العربي السقاط عن الشيخ عبد الله بن سالم البصري عن الشيخ عيسى الجعفري الثعالبي عن الشيخ علي الاجهوري عن السراج عمر بن الجائي عن الحافظ جلال الدين السيوطي عن التقي إلي الفضل محمد بن محمد بن فهد العلوي المكي عن مجد الدين محمد بن يعقوب الفيروزابادي عن عبد الله بن مأمون الهروي عن ابيه عن أبي عبد الله محمد الهروي عن الشيخ أبي عبد الله محمود بن محمد الرازي عن الشيخ عمار بن عبد المجيد الهروي عن الشيخ علي بن إسحاق السمرقندي

Wallahu A'lam.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan sholawat Al Khidir (SHALLALLAHU ‘ALAA MUHAMMAD) tersebut di atas untuk bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, sholawat tersebut di baca 1000x setiap harinya, atau 100x setiap habis sholat lima waktu, dan untuk di baca 100.000x selama (dicicil khotam 100,000x dalam waktu satu bulan) pada bulan Rabiul Awwal (bulan maulid) dan selama (dicicil khotam 100,000x dalam waktu satu bulan) bulan Sya’ban (Bulan diturunkannya Surat Al Ahzab (33) ayat 56).

Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/   
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/ 
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/  

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Rabu, 02 September 2020

Permasalahan hamil di luar nikah.

Assalamualaikum. 

Habib, afwan mohon pencerahannya.

Ada pertanyaan. 

Kisah : ada laki-laki dan perempuan yg melakukan hubungan badan diluar pernikahan (zina), lalu si perempuan ini hamil, namun sampai lahir anak dalam kandungan keduanya tidak melangsungkan pernikahan. Usia anak 6 tahun sang ibu meninggal dunia.

Pertanyaan : 

1. Bagaimana dengan nasab anak tsb.??

2. Siapa yg bertanggung jawab dalam nafaqohnya sebelum ibunya meninggal??

3. Siapa yg bertanggung jawab nafaqoh setelah ibunya meninggal??

4. Kalo anak tsb perempuan maka siapa yg menjadi wali saat pernikahannya??

5. Saat nikah dengan wali hakim maka siapa yg menyerahkan perwaliannya?

6. Apakah anak tersebut bisa mendapat warisan?

7. Apakah boleh dinikahi dengan yang menghamilnya?

8. Apakah anak tersebut (anak yang lahir dari hasil zinanya) boleh di nikahi oleh ayahnya?

Mohon penjelasannya.

Jawaban.

Wa'alaikumussalam.

1. Nasabnya ke ibunya, jika anak lahir di luar nikah, jika tidak menikah ataupun kurang dari 6 bulan 2 detik dari pernikahannya si anak lahir maka nasabnya ke ibunya, jika pernikahannya lebih dari 6 bulan 2 detik si anak lahir maka tetap nasabnya ke ayahnya.

2. Jika tidak menikah dan nasabnya ke ibunya maka nafaqohnya ditanggung ibunya, tidak ada keharusan lelaki yang menghamilnya untuk memberi nafaqoh kepada anak tersebut.

3. Jika tidak menikah atau nasabnya ke ibunya maka jika si ibu meninggal maka nafaqohnya ke keluarga ibunya.

4. Yang menjadi wali jika nasabnya ke Ibunya maka saat menikah jika anak itu lahir perempuan maka walinya harus dengan wali hakim.

Rasulullah saw. bersabda : 

 اَلسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ 

“Sulthan (penguasa) adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali”. (HR. Ahmad)

5. Ibunya atau keluarga Ibunya dengan menceritakan kepada wali hakim atas kejadian yang di alaminya.

6. Anak yang tidak bernasab kepadanya maka tidak mendapat waris atasnya.

7. Boleh dinikahinya dan sah nikahnya, walaupun sedang hamil karena zina. Akan tetapi alangkah baiknya, jika telah melahirkan nanti di ulang akad nikahnya, untuk keluar dari pada khilaf.

8. Boleh, pendapat mayoritas mujtahid dalam madzhab Syafi’i memandang bahwa tidak ada hubungan kemahraman antara anak perempuan hasil zina dengan lelaki yang menjadi ayah biologisnya, walaupun lelaki itu tau bahwa anak itu adalah anak yang lahir dari perbuatan zina yang dia lakukan.

Wallahu A’lam Bish Showab.


Dasar Pengambilan Dalil.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya. (HR. Ahmad No.7042, Abu Daud No. 2267).

Bidayah Al Mujtahid Wa Nihayah Al Muqtashid, Juz, 2, halaman 358)

  وَاتَّفَقَ الْجُمْهُورُ عَلَى أَنَّ أَوْلَادَ الزِّنَا لَا يُلْحَقُونَ بِآبَائِهِمْ إِلَّا فِي الْجَاهِلِيَّةِ عَلَى مَا رُوِيَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَلَى اخْتِلَافٍ فِي ذَلِكَ بَيْنَ الصَّحَابَةِ 

Mayoritas ulama sepakat bahwa anak zina tidak di-ilhaq-kan (dinasabkan) kepada bapak mereka kecuali anak-anak yang lahir pada masa jahiliyah sebagaimana yang diriwayatkan dari sayyidina Umar bin Khaththab ra, dan dalam hal ini terjadi perbedaan di antara shahabat. 

Ghoyatul Talkhishil Murad Min Fatawa Ibni Ziyad, pada Hamisi Bughyatul Murtasyidin, Halaman 242.

نكح حاملا من الزنا فأتت بولد لزمن إمكان منه بأن ولدت لستة أشهر ولحظتين من عقده وإمكان وطئه لحقه وكذا إن جهلت المدة ولم يدر هل ولدته لمدة الإمكان أو لدونها على الراجح وإن ولدته لدونها لم يلحقه

Seorang lelaki yang mengawini wanita hamil dari zina, maka wanita itu mendapat anak, dalam masa yang mungkin anak itu dari padanya, dengan bahwa ia melahirkan sesudah 6 bulan dan 2 detik, dari mulai akad nikahnya dan mungkin mewathi'nya, terbangsalah (bernasab)anak itu kepadanya. Dan demikian pula, jika tidak di ketahui apakah perempuan itu melahirkan dalam masa yang mungkin atau kurang dari masa itu atas qoul yang rajih. Dan jika di lahirkannya kurang dari masa itu (6 bulan dan 2 detik dari perkawinannya), tidaklah terbangsa kepadanya.

Hasyiatul Bajuri, Juz II, Halaman 169.

لو نكح حاملا من زنا صح نكاحه قطعا وجاز له وطؤها قبل وضعه على الأصح.

Jika seorang laki-laki menikahi wanita yang tengah hamil karena zina, pastilah shah nikahnya. Boleh mewathi'nya (mensetubuhi), atas qoul yang paling shahih.

Qutul Habibil Gharib, Tausyih Ala Fathil Qaribil Mujib.

 ولو نكح حاملا من زنا، صح نكاحه قطعا، وجاز له وطؤها قبل وضعه على الأص

Kalau seorang pria menikahi perempuan yang tengah hamil karena zina, maka akad nikahnya secara qath’i sah. Menurut pendapat yang lebih shahih, ia juga tetap boleh menyetubuhi istrinya selama masa kehamilan.

Hasyiyah Qolyubi wa ‘Umairah jilid 3 hal. 241. 

Mereka mengatakan bahwa apabila seorang lelaki berzina dengan seorang wanita, baik perbuatan itu dilakukan dengan paksa ataupun dengan suka sama suka, kemudian dari perzinaan itu lahir anak perempuan, maka anak itu halal untuk dinikahi oleh si lelaki yang menjadi ayah biologisnya.

Sebab anak itu tidak menjadi mahram baginya, dan tidak ada hubungan nasab diantara keduanya, serta tidak saling mewarisi ketika salah satu pihak meninggal dunia. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ar Rafi’i, salah satu mujtahid dalam madzhab As-Syafi’i.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/  
Instagram : http://www,instagram.com/shulfialaydrus/  
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/   
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/ 
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/  

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan di jawab oleh : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس


Selasa, 01 September 2020

Kitab Washiyatul Musthofa (Asy Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni).

Diterjemahkan dari kitab Washiyatul Musthofa (Asy Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni).

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Segala puji bagi Allah yang mengurus semua alam, dan Shalawat serta Salam (Hormat) kepada penghulu kita Nabi Muhammad Saw dan keluarganya dan sahabatnya. Dan setelah itu (Pembukaan). Ini adalah Wasiyat Al Musthafa (Nabi Muhammad Saw) kepada Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib Karromallohu Wajhah.
 
Sayyidina Ali berkata: Aku dipanggil oleh Rasulullah Saw, lalu aku menyepi (berduaan) bersama beliau dirumah-Nya. 

Lalu beliau berkata kepadaku: "Wahai Ali, pangkatmu menurutku sama seperti Nabi Harun A.S saudaranya Nabi Musa A.S, hanya saja tidak ada Nabi setelah aku. Sesungguhnya aku akan memberikan wasiyat kepadamu, jika kamu menjaga dan mengamalkannya, maka kamu akan hidup terpuji dan mati dalam keadaan syahid, serta dibangkitkan dihari kiamat dalam keadaan faqih serta 'alim.

Wahai Ali, Barang siapa yang memakan makanan yang halal, maka agamanya akan menjadi bersih, hatinya menjadi lunak, dan tidak ada penghalang bagi doa-doa yang ia panjatkan.

Wahai Ali, Barang siapa yang memakan makanan yang Syubhat, maka agamanya akan samar baginya dan hatinya menjadi gelap. Dan barang siapa yang memakan makanan yang haram, maka hatinya akan mati, agamanya akan ringan, lemah keyakinannya, Allah akan menghalangi doa yang ia panjatkan (tidak dikabulkan doanya), dan sedikit ibadahnya (malas untuk beribadah).

Wahai Ali, Jika Allah murka kepada seseorang, maka Allah akan memberikan kepadanya rizki yang haram. Dan jika Allah sangat murka kepadanya, maka Allah akan menjadikan setan sebagai wakilnya yang selalu mengajaknya kepada harta yang haram, menemaninya, menyibukkannnya terhadap dunia dan mengalahkan akhirat, dan ia memudahkannya untuk urusan dunianya. Dan ia berkata: Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Wahai Ali, Seseorang yang berjalan kaki untuk mencari barang yang haram, maka setan menjadi temannya. Jika ia berkendara, maka setan dibonceng olehnya. Dan seseorang yang mengumpulkan harta yang haram, maka setan akan memakannya dan ia akan lupa menyebut nama Allah ketika berjima’, sehingga setan ikut andil dalam proses pembuatan anaknya. Dan ini sesuai dengan firman Allah Swt: “wasyaarikhum fil amwaali wal awlaadi wa ‘idhum”.

Wahai Ali, Allah tidak menerima Shalat tanpa wudhu dan shadaqah dari harta yang haram.

Wahai Ali, Seorang muslim senantiasa berada dalam tambahan pada agamanya selama ia tidak makan dari harta yang haram, dan barang siapa yang berpisah dari Ulama, maka hatinya akan mati, dan buta (inkar) dari kepatuhan kepada Allah ta’ala.

Wahai Ali, Barang siapa yang membaca Al Qur’an namun tidak menghalalkan perkara yang dihalalkan Allah dan tidak mengharamkan perkara yang diharamkan Allah, maka ia termasuk orang-orang yang membuang kitab Allah (Al Qur’an) dibelakang punggungnya.

Fashal tentang Wudhu dan Shalat.

Nabi Muhammad Saw bersabda: Sempurnakanlah wudhu kamu, karena menyempurnakan wudhu adalah sebagian dari iman. Jika engkau berwudhu maka janganlah berlebihan menggunakan air. Jika engkau selesai berwudhu maka bacalah –Innaa anzalnaahu fii lailatil qadri - (Surat al-Qadr) sepuluh kali setelah engkau selesai membasuh dua telapak kaki, maka Allah Swt menghilangkan rasa kesusahanmu.

Wahai Ali, Jika kamu selesai berwudhu ambillah air lalu usaplah lehermu dengan kedua tanganmu, dan berdo’alah: “Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an laailaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, astaghfiruka wa atuubu ilaika”. Kemudian lihatlah ketanah dan berdoalah: “asyhadu anna muhammadan ‘abduka warosuuluka”. Sesungguhnya orang yang membaca doa tersebut akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt terhadap semua dosa-dosanya yang kecil dan yang besar.

Wahai Ali, Sesungguhnya malaikat memohon ampun kepada Allah Swt terhadap manusia selama ia berada dalam keadaan suci (wudhu) dan belum berhadats (batal wudhunya).

Wahai Ali, Siapa yang mandi dihari Jum’at, maka Allah Swt mengampuni dosanya pada hari jum’at ini sampai jum’at yang akan datang, dan Allah Swt memberikan pahala dikuburnya dan memberatkan (pahala kebaikan) di timbangan (amalnya).

Wahai Ali, Hendaklah kamu memakai Siwak, karena disana terdapat dua puluh empat keutamaan untuk Agama dan badan.

Wahai Ali, Hendaklah kamu shalat pada waktunya, karena itu adalah inti dari semua keutamaan dan pokok dari ibadah. 

Wahai Ali, Malaikat Jibril berharap ingin menjadi manusia karena tujuh perkara:
1. Agar bisa Shalat lima waktu berjamaah bersama Imam,
2. Berkumpul bersama Ulama,
3. Menjenguk orang sakit,
4. Mengiring janazah (orang yang sudah meninggal),
5. Memberikan air kepada orang yang haus (menolong orang yang sedang dalam
kesulitan),
6. Mendamaikan dua orang yang sedang berseteru, dan
7. Memuliakan tetangga dan anak-anak yatim.

Maka, semangatlah kamu untuk melakukan tujuh perkara tersebut.

Wahai Ali, Shalatlah malamlah kamu, walaupun seperti lamanya memerah susu kambing (dalam waktu yang sebentar), karena orang yang shalat malam itu adalah sebaik-baik wajah manusia.

Wahai Ali, Jika kamu hendak takbir dalam shalat, renggangkanlah jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu berlempengan dengan kedua pundakmu. Dan jika kamu hendak bertakbir, letakkanlah tangan kananmu diatas tangan kirimu diatas pusarmu. Dan jika kamu ruku’, letakkanlah kedua tanganmu diatas dengkulmu dan renggangkanlah antara jari-jarimu.

Wahai Ali, Shalat shubuhlah kamu ketika remyang-remyang (terbit fajar shadiq), dan shalat maghriblah kamu ketika terbenamnya matahari dengan ukuran seperti memerah susu kambing, karena yang demikian itu termasuk perbuatan para Nabi alaihissalam.

Wahai Ali, Hendaklah kamu shalat berjamaah, karena (balasannya) disisi Allah bagaikan orang yang melakukan Ibadah Haji dan Umroh. Dan orang yang semangat berjamaah adalah hanyalah orang mu’min yang disukai oleh Allah, sedangkan orang yang enggan berjamaah adalah hanyalah orang fasiq yang dibenci oleh Allah.

Wahai Ali, Hamba yang paling utama disisi Allah adalah hamba yang ketika sujud membaca doa: “Robbi innii dzolamtu nafsii faghfirlii dzanbii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta”, artinya: wahai tuhanku, aku adalah orang yang dzalim kepada diriku, maka ampunilah dosaku, karena hanyalah engkau yang dapat mengampuni dosa-dosa. 

Wahai Ali, Lazimkanlah shalat dhuha baik diperjalanan maupun dirumah, karena ia akan dipanggil pada hari kiamat dari arah surga: “dimana orang-orang yang selalu melaksanakan shalat dhuha? Masuklah kalian kepintu dhuha dengan selamat dan sentosa”. Dan tidaklah Allah mengutus Nabi, kecuali memerintahkan mengerjakan Shalat Dhuha.

Wahai Ali, Termasuk kemuliaan seorang mu’min adalah istri yang patuh pada suami, shalat berjamaah dan tetangga yang menyukainya.

Fashal tentang Shaum (Puasa).

Nabi Muhammad Saw bersabda:

“( من صام رمضان واجتنب الحرام فيه والبهتان رضي الرحمن وأوجب له الجنان )”

Artinya: siapa yang berpuasa dibulan ramadhan dan ia menjauhi perkara yang haram dan buruk dibulan itu, maka Allah ridho dan menghendaki ia masuk kedalam surga.

Wahai Ali, Siapa yang berpuasa dibulan enam hari dibulan syawwal (mulai dari tanggal 2 syawwal sampai akhir bulan syawwal) setelah ia melaksanakan puasa Ramadhan, maka Allah menetapkan seperti puasa selama satu tahun.

Fashal tentang Shadaqah.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Sesungguhnya para Wali Allah tidak mendapatkan luasnya rahmat (kasih sayang) dan keridhoan Allah karena sebab rajin beribadah, tetapi mereka mendapatkannya karena sikap dermawan dan merasa hina dengan dunia.
 
Wahai Ali, Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya, jauh dari siksa-Nya. Sedangkan orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya, dan dekat dengan siksaan-Nya. 

Wahai Ali, Aku melihat tulisan diatas pintu surga: “kamu (surga) haram dimasuki orang yang pelit, durhaka kepada kedua orang tua dan provokator (orang yang suka mengadu domba).

Wahai Ali, Ketika Allah menciptakan surga, ia berkata: “Wahai Tuhanku, untuk siapa engkau menciptakanku?” Allah menjawab: “untuk semua orang yang dermawan dan bertaqwa”. Surga berkata: “Aku ridho (senang ditempati orang dermawan dan bertaqwa. Sedangkan neraka bertanya kepada Allah: “Wahai Tuhanku, untuk siapa engkau menciptakanku?” Allah menjawab: “untuk semua orang yang pelit dan sombong”. Neraka berkata: “aku (pantas) bagi mereka berdua”.

Wahai Ali, Siapa yang melawan hawa nafsunya maka surga akan menjadi tempatnya kembali, dan siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka neraka jahannam akan menjadi tempatnya menetap nanti.

Wahai Ali, Takutlah kamu kepada doa orang yang dermawan, karena ketika ia terpeleset (salah dalam berbicara), Allah akan menggunakan kekuasaan-Nya untuk menolongnya.

Wahai Ali, Siapa yang memberi makan orang Islam dengan senang, Allah akan menetapkan baginya seribu kebaikan, menghapus seribu keburukan, mengangkat ia dengan seribu derajat.

Wahai Ali, Cintailah saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu.

Wahai Ali, Carilah kebaikan kepada orang-orang yang bagus perangainya, muliakanlah tamu. Karena, ketika tamu datang, ia membawa rizqi untukmu. Dan ketika ia pulang, ia pulang dengan membawa dosa tuan rumah lalu membuangnya kelaut.

Wahai Ali, Malaikat tidak masuk kerumah yang didalamnya terdapat gambar, patung, orang yang durhaka kepada kedua orang tua, atau rumah yang tidak pernah dimasuki tamu.

Wahai Ali, Berbuatlah kebaikan walaupun kepada orang yang rendah derajatnya. Ali bertanya: “Wahai Rasulallah, siapakah orang yang rendah derajatnya itu?”. Rasulullah menjawab: “yaitu orang yang ketika diberi nasihat baik tidak mau mengikutinya, ketika dilarang berbuat buruk ia tidak mau mendengarkan larangan tersebut, dan ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan orang kepadanya”.

Wahai Ali, Shadaqah secara diam-diam itu dapat memadamkan murka Allah, menarik keberkahan dan rizki yang banyak, berpagi-pagilah (berbuat pada pagi harilah) kamu dengan ber-shadaqah, karena turunnya bencana itu dipagi hari, lalu qadha (kepastian Allah) menolaknya diatas awan.

Wahai Ali, Jika engkau bershadaqah, maka bershadaqahlah dengan sesuatu yang paling bagus bagimu, karena shadaqah satu suap yang halal itu lebih disukai Allah daripada seratus misqal dari harta yang haram. Dan shadaqah yang engkau berikan sebelum mati lebih baik dari pada shadaqah yang diberikan setelah mati. Allah Swt berfirman:

“( يوم ينظر المرء ماقدمت يداه )”

Artinya: “ketika seseorang melihat harta yang ia berikan kepada orang lain”.

Wahai Ali, Bershadaqahlah kamu untuk orang-orang yang mati, karena Allah mewakilkan malaikat yang membawa shadaqah orang hidup untuk mereka, lalu mereka sangat senang karena shadaqah tersebut sebagaimana ketika mereka bergembira didunia. Dan mereka berdoa: “Ya Allah, ampunilah orang yang menerangi kubur kami, dan berilah mereka kabar gembira sebagaimana ia membuat kami gembira dengan shadaqah yang ia keluarkan”.

Wahai Ali, Berbuatlah (bershadaqahlah) dengan ikhlas karena Allah, karena Allah tidak menerima amal orang yang tidak ikhlas karena-Nya. Allah bersabda:

“( فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربه أحدا )”

Artinya: “siapa yang mengharap berjumpa dengan tuhan-Nya, maka hendaklah ia
mengerjakan amal kebaikan dan jangan menyekutukan dengan beribadah kepada tuhan-Nya dengan suatu apapun”.

Fashal tentang Doa, Istighfar, Al Qur’an, dan Dzikir.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Senantiasalah kamu berdoa antara adzan dan iqamah, karena doa pada waktu tersebut tidak akan tertolak.

Wahai Ali, Jika kamu berdoa renggangkanlah tanganmu berlempengan dengan dadamu, dan jangan kau angkat tanganmu diatas kepalamu, dan isyaratlah kamu dengan jari-jarimu yang kanan.

Wahai Ali, Janganlah kamu mengeraskan bacaan (Al Qur’an) mu dan doamu ketika ada orang yang sedang shalat disisimu, karena perbuatan demikian itu dapat mengganggu (membuat tidak khusyu’) shalat mereka.

Wahai Ali, Siapa yang berdzikir kepada Allah sebelum terbit fajar, sebelum terbit matahari dan terbenamnya matahari, maka Allah malu untuk menyiksanya di neraka.

Wahai Ali, Jika kamu shalat (Subuh), maka duduklah ditempatmu sampai terbit matahari, karena Allah akan memberikan pahala bagi orang yang duduk ditempat shalatnya seperti pahala melaksanakan haji, umroh, memerdekakan hamba sahaya atau shadaqah seribu dinar dijalan Allah.

Wahai Ali, Siapa yang mengucapkan setiap hari dua puluh lima kali kalimat:

“( أستغفر الله العظيم لى ولوالدي ولجميع المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات )”

ASTAGhFIRULLAHAL ‘AZhIIM(I), LII WA LIWALIDAYYA WA LIJAMII’IL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI WAL MU-MINIINA WAL MU-MINAATI AL AHYAA-I MINHUM WAL AMWAAT(I).

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, ampunan bagiku, kedua orang tuaku, semua orang islam dan orang yang beriman, baik mereka yang hidup maupun yang mati”. Maka Allah akan menetapkan ia termasuk kekasih-Nya.

Wahai Ali, Siapa yang mengucapkan setiap hari sepuluh kali kalimat:

“( لاإله إلا الله قبل كل أحد لاإله إلا الله بعد كل أحد لاإله إلا الله يبقى ربنا ويفنى كل أحد)”

LAA ILAAHA ILLALLAAHU QOBLA KULLI AHAD(IN), LAA ILAAHA ILLALLAAHU BA’DA KULLI AHAD(IN), LAA ILAAHA ILLALLAAHU YABQOO ROBBUNAA WA YAFNAA KULLU AHAD(IN).

Artinya: “Tiada Tuhan (yang berhaq untuk disembah dan wajib untuk disembah) selain Allah sebelum segala sesuatu apapun, tiada Tuhan selain Allah sesudah sesuatu apapun, tiada Tuhan selain Allah, Maha Kekal Tuhan kami dan pasti akan binasa sesuatupun selain Allah. Maka malaikat dilangit  akan selalu meminta ampun kepada Allah untuk orang yang membaca kalimat-kalimat tersebut.

Wahai Ali, Siapa yang memabaca setiap hari (25x) do’a:

“( اللهم بارك لى فى الموت وفيما بعد الموت )”

ALLAHUMMA BAARIK LII FIL MAUTI WA FIIMAA BA’DAL MAUT(I).

Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku keberkahan diwaktu mati dan sesudah mati” Maka Allah tidak akan menghisab amal perbuatan yang ia kerjakan didunia, 

dan siapa yang bertakbir sepuluh kali sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari, maka Allah akan memeberikan pahala baginya seperti pahala seratus ahli ibadah dan seratus orang yang berjihad dijalan Allah.

Wahai Ali, Siapa yang bershalawat kepadaku seratus kali dalam sehari semalam, maka ia pasti akan mendapatkan syafaat (pertolongan) aku, dan banyak istighfar itu menjadi tameng (penghalang) bagi orang-orang yang bertaubat dari api neraka.

Fashal tentang Jujur (As Shidqi) dan Pertemanan (Ash-Shidaaqah).

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Jujurlah kamu sekalipun itu dapat membahayakan kepadamu pada waktu sekarang, karena kejujuran akan memberikan manfaat bagimu diwaktu yang akan datang. Janganlah kamu berdusta sekalipun itu dapat memberi manfaat kepadamu pada waktu sekarang, karena berdusta akan memberikan bahaya bagimu diwaktu yang akan datang.

Wahai Ali, Siapa yang banyak dosanya akan hilang kebanggaan dirinya (Cahaya di wajahnya).

Wahai Ali, Senantisalah kamu untuk jujur dalam bebicara, menjaga perkataan, menjaga amanat, dermawan, dan menjaga perut dari barang yang haram.

Wahai Ali, Seburuk-buruk teman adalah yang meremehkan temannya dan  membongkar rahasianya.

Wahai Ali, Seribu orang teman itu sedikit, sedangkan satu orang musuh itu banyak.

Wahai Ali, Pertemanan itu mempunyai beberapa tanda: Pertama menjadikan hartanya untuk mencukupi hartamu. Kedua, menjadikan dirinya untuk menjaga dirimu, dan Ketiga, harga dirinya untuk menjaga harga dirimu.

Fashal menjelaskan tentang Taubat.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Taubatnya seseorang tidak berarti sampai ia membersihkan perutnya dari makanan yang haram dengan usahanya yang baik.

Wahai Ali, Jika seseorang yang berilmu tidak bertaqwa maka nasihatnya menjadi bayangan dihati manusia sebagaimana tetesan air membayangi telur burung unta dan batu yang besar.

Wahai Ali, Jika seorang mu’min dalam empat puluh hari tidak duduk bersama (mengaji, belajar) kepada ulama maka hatinya menjadi keras dan berani melakukan perbuatan dosa besar, karena ilmu itu hidupnya hati (menghidupkan hati). 

Wahai Ali, Sesungguhnya Allah tidak malu untuk menyiksa orang kaya hasil dari mencuri (hasil haram) dan orang berilmu yang fasiq.

Fashal menjelaskan tentang menjaga lidah.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali. Janganlah kamu mencela seseorang karena keburukan yang ada padanya, setiap daging pasti didalamnya ada tulang, dan tidak ada ampunan bagi orang yang suka mencela seseorang sampai ia menghalalkannya atau meminta ampun untuknya.

Wahai Ali, Allah tidak menciptakan sesuatu yang paling utama daripada lidah, ia dapat memasukkan orang kesurga dan neraka, maka jagalah lidahmu karena ia bagaikan anjing liar.

Wahai Ali, Janganlah kamu melaknat orang Islam dan dâbbah (binatang melata yang dipakai untuk kendaraan, seperti unta, kuda, kerbau dll), karena la’nat tersebut akan kembali kepadamu.

Fashal menjelaskan tentang Malu.

Wahai Ali, Pokok agama semuanya bermuara pada sifat malu, ia menjaga kepala dan yang melingkupinya, juga menjaga perut dan yang ada didalamnya.

Fashal menjelaskan tentang Wara’.

Nabi Muhammad Saw bersabda: 

Wahai Ali, Tidak ada agama bagi orang yang tidak mempunyai rasa takut, tidak ada akal bagi orang yang tidak menjaga (larangan Allah), tidak ada iman bagi orang yang tidak wara’, tidak ada ibadah bagi orang yang tidak berilmu, tidak ada muru’ah (wibawa) bagi orang yang tidak mempunya kejujuran, tidak ada kesentosaan bagi orang yang tidak mempunyai rahasia, tidak ada taubat bagi orang yang tidak mendapatkan taufiq (dari Allah), tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mempunya rasa malu.

Wahai Ali, Siapa yang tidak waro’ (menjauhi) perbuatan ma’siyat, maka perut bumi (dipendam, mati) lebih baik baginya daripada ada diluar bumi (hidup), karena dihatinya tidak ada keimanan.

Wahai Ali, Inti dari sifat waro’ adalah meninggalkan haram dan sesuatu yang diharamkan Allah, sedangkan inti kemuliaan adalah meninggalkan ma’siyat.

Wahai Ali, Sesungguhnya seseorang bisa mencapai kepada derajat orang yang berpuasa (disiang hari), shalat malam/ tahajjud (dimalam hari) dan berperang dijalan Allah karena sebab ia mempunyai budi pekerti luhur (Akhlaq Mulia).

Wahai Ali, Jadilah kamu orang yang ajer (selalu senyum / tidak bermuka suram / tidak cemberut) karena Allah menyukai orang-orang yang ajer dan membenci orang yang cemberut yang tidak disenangi raut wajahnya.

Wahai Ali, Inti dari ibadah adalah diam, kecuali jika berdzikir kepada Allah.

Wahai Ali, Banyak tidur dapat membuat hati menjadi mati dan menghilangkan aura dalam wajah (cahaya muka), dan banyak dosa dapat membuat hati menjadi mati dan mewariskan penyesalan.

Wahai Ali, Siapa yang bersyukur ketika diberikan ni’mat oleh Allah dan bersabar ketika mendapatkan cobaan-Nya, dan ia berbuat buruk lalu memohon ampun kepada Allah, maka kelak ia akan masuk ke surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

Wahai Ali, Janganlah kamu terlalu senang karena Allah tidak menyukai orang yang terlalu senang, senantiasalah kamu bersedih (karena melakukan dosa) karena Allah menyukai orang-orang yang bersedih (akibat berbuat dosa).

Wahai Ali, Setiap datang hari yang baru ia selalu berkata: “Wahai manusia, aku adalah hari baru, dan menyaksikan perbuatanmu, maka lihatlah apa yang kau perbuat!”.

Fashal menjelaskan tentang Mencela Dunia.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Takutlah kamu kepada orang yang melupakan mati dan hanya mengingat dunianya. Lalu Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi Muhammad Saw: “Siapakah mereka wahai rasulallah?”, Nabi menjawab: “mereka adalah orang yang orang-orang kaya, yang mempunyai dunia, kamu melihat mereka selalu menghadap untuk mengumpulkan dunia seperti menghadapnya ibu kepada anaknya, mereka adalah orang-orang yang merugi nanti”.
 
Fashal menjelaskan tentang Tingkah Manusia Menurut Allah Swt.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Seburuk-buruknya mereka disisi Allah adalah orang yang panjang usianya namun buruk perilakunya. Sebaik-baik mereka adalah orang yang panjang usianya dan bagus perilakunya. Manusia yang paling dibenci disisi Allah adalah orang yang makan sendirian (pelit), menolak tamunya, memukul hamba sahayanya (pembantunya), ia memuliakan orang kaya tapi menghinakan orang fakir. Dan yang paling buruk dari itu adalah orang yang hidup dengan barang yang haram dan mati dengan barang yang haram (seumur hidupnya bersama barang haram). Dan yang terburuk dari itu adalah orang yang panjang usianya namun buruk perilakunya, ia tidak bertaubat terhadap perbuatan yang dilarang Allah kepadanya, sedangkan ia mengharap ampunan Allah. Dan yang paling buruk dari yang terburuk itu adalah orang yang menampakkan shodaqohnya kepada saudaranya yang muslim dan berharap saudaranya menolak shodaqohnya. Dan yang terburuk lagi dari itu adalah orang yang melalui awal usianya dalam keadaan lupa, dan mengakhirinya dengan sikap malas dari patuh kepada Allah Swt.

Fashal menjelaskan tentang Tanda-Tanda Kebaikan.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Tanda sabar adalah bagusnya hati disisi Allah dan bagusnya ketaatan kepada Allah.

Wahai Ali, Orang yang beriman mempunyai tiga tanda: Pertama, benci harta. Kedua, benci perempuan (ma’siyat kepada perempuan yang belum halal). Dan Ketiga, benci berbicara dengan tujuan membuat malu orang lain.

Wahai Ali, Orang yang berakal mempunyai tiga tanda: Pertama, meminta pertolongan dunia untuk akhirat (menggunakan dunia untuk menuju akhirat). Kedua, menahan sikap kasar (tidak ramah) kepada orang lain. Dan Ketiga, sabar terhadap kesulitan-kesulitan. 

Orang yang bertaqwa mempunyai tiga tanda: Pertama, takut berdusta. Kedua, takut berbuat jahat dan bergaul bersama orang yang jahat. Ketiga, meninggalkan separuh perkara yang halal (seperti makan nasi hukumnya halal, namun tidak berlebihan memakannya) karena takut terjerumus kepada perkara yang haram.

Orang yang benar mempunyai tiga tanda: Pertama, menyembunyikan ibadah. Kedua, menyembunyikan shodaqoh. Dan Ketiga, menyembunyikan musibah. 

Orang yang ahli ibadah mempunyai tiga tanda: Pertama, benci kepada diri sendiri (karena perbuatan dosa). Kedua, muhasabah diri (mengoreksi diri sendiri). Dan Ketiga, memperbanyak ibadah dihadapan Allah.

Orang yang shalih mempunyai tiga tanda: Pertama, memperbaiki dirinya dihadapan Allah dan dihadapannya. Kedua, memperbaiki ibadahnya dengan perbuatan baik. Dan Ketiga, meridhoi (menyayangi) orang lain sebagaimana ia meridhoi dirinya sendiri.

Orang yang bahagia mempunyai tiga tanda: Pertama, memakan makanan yang halal. Kedua, bergaul dengan ulama. Dan Ketiga, shalat lima waktu bersama imam (berjama’ah). 

Wahai Ali, Orang yang alim (mengetahui agama) mempunyai tiga tanda: Pertama, bersegera melakukan ketaatan kepada Allah. Kedua, menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah. Dan Ketiga, berbuat baik kepada orang yang jahat kepadanya.

Wahai Ali, Orang yang dermawan mempunyai tiga tanda: Pertama, memaafkan ketika mampu. Kedua, mengeluarkan zakat. Dan Ketiga, suka mengeluarkan shadaqah.

Wahai Ali, Orang yang bijaksana mempunyai tiga tanda: Pertama, menyambung persaudaraan kepada orang yang memutuskannya. Kedua, memberikan kepada orang yang menghalanginya. Dan Ketiga, memaafkan orang yang berbuat jahat kepadanya.

Wahai Ali, Orang yang sabar mempunyai tiga tanda: Pertama, sabar ketika taat kepada Allah (melakukan perintah Allah). Kedua, sabar terhadap musibah (cobaan yang diderita). Dan Ketiga, sabar terhadap ketentuan Allah.

Wahai Ali, Orang yang bertaubat mempunyai tiga tanda: Pertama, menjauhi perkara yang diharamkan Allah. Kedua, semangat mencari ilmu. Dan Ketiga, tidak kembali melakukan dosa sebagaimana tidak kembali susu sapi ketempat perahannya.

Fashal menjelaskan tentang Tanda-Tanda Syirik (Menyekutukan Allah Swt)

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Orang kafir mempunyai tiga tanda: Pertama, ragu akan adanya Allah Swt. Kedua, benci beribadah kepada Allah Swt. Ketiga, lupa akan mematuhi Allah Swt.

Wahai Ali, Orang munafik mempunyai tiga tanda: Pertama, jika berbicara ia berdusta. Kedua, jika berjanji ia ingkari. Ketiga, jika diberikan amanat ia khianat dan nasihat baik tidak bermanfaat baginya.

Wahai Ali, Orang yang riya’ mempunyai tiga tanda: Pertama, ia menyempurnakan ruku’ dan sujudnya (shalatnya) ketika bersama manusia (ditempat ramai) sedangkan ketika shalat sendirian ia tidak menyempurnakannya. Kedua, ia semangat (dalam ibadah) ketika orang yang memuji (ibadahnya). Dan Ketiga, ia selalu berdzikir kepada Allah Swt ditempat ramai dan lupa ditempat sepi.

Wahai Ali, Orang yang amat bodoh (akalnya sangat kurang) mempunyai tiga tanda: Pertama, menggampangkan kewajiban dari Allah Swt. Kedua, banyak berbicara ketika dzikir kepada Allah. Dan Ketiga, menghina Allah Swt.

Wahai Ali, Orang yang terhina mempunyai tiga tanda: Pertama, banyak berdusta. Kedua, banyak bersumpah palsu. Dan Ketiga, banyak mengharap kepada manusia.

Wahai Ali, Orang yang celaka mempunyai tiga tanda: Pertama, memakan makanan yang haram. Kedua, menjauhi Ulama. Dan Ketiga, shalat sendirian.

Wahai Ali, Orang yang berdosa mempunyai tiga tanda: Pertama, suka akan kerusakan. Kedua, membahayakan orang lain. Dan Ketiga, menjauhi petunjuk kebenaran.

Wahai Ali, Orang yang dzalim mempunyai tiga tanda: Pertama, ia tidak memperdulikan dari mana ia makan. Kedua, ia memaksa orang yang berhutang kepadanya. Dan Ketiga, ia menggunakan kekerasan kepada orang yang berhutang kepadanya jika memungkinkan untuk itu.

Fashal menjelaskan tentang Doa-Doa.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Jika kamu hendak masuk masjid mulailah masuk dengan kakimu yang kanan, dan keluarlah dengan kaki yang kiri.

Wahai Ali, Senantiasalah kamu membaca surat Yâsȋn diwaktu pagi dan sore hari, karena orang yang membacanya akan selalu berada dalam lindungan Allah.

Wahai Ali, Siapa yang membaca surat Al Hasyr tiap malam, maka Allah Swt akan menghilangkan keburukan dunia dan akhirat baginya.

Wahai Ali, Siapa yang membaca surat Al Baqoroh tiap malam Jum’at, maka akan muncul cahaya diantara langit ketujuh sampai kepada lapis bumi yang ketujuh. Dan siapa yang membaca surat Al-Dukhȏn dan surat Al-Mulk pada malam Jum’at, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menghilangkan fitnah kuburnya dan siapa yang membaca ayat akhir surat al-Kahfi ketika hendak tidur dalam keadaan miring, maka Allah Swt akan memberikan cahaya dari kepalanya sampai kepada tumitnya. Dan siapa yang membaca surat al-Thâriq ketika hendak tidur maka akan mendapatkan kebaikan sebanyak bilangan bintang dilangit.

Wahai Ali, Siapa yang membaca surat Al Mulk dan setelahnya membaca doa:

“( اللهم أعصمنى بالإسلام قائما وأعصمنى قاعدا وراقدا ولاتشمت فى عدوا ولا حاسدا، اللهم إنى أعوذ بك من شر كل دابة انت اخذ بناصيتها وأسألك الخير الذي بيدك )”

ALLAHUMMA’ShUMNII BIL ISLAAMI QOO-IMAN, WA’ShUMNII BIL ISLAAMI QOO’IDAN WA ROOQIDAN, WA LAA TUSyMIT FIYYA ‘UDUWWAN WA LAA HAASIDAN ALLAHUMMA  INNII A’UUDzUBIKA MIN SyARRI KULLI DAABBATIN ANTA AKhIDzUN BINAAShIYATIHA WA AS-ALUKAL KhOIROL LADzII BIYADIKA.

Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan berpegang teguh kepada agama Islam dalam keadaan berdiri dan jagalah aku dalam keadaan duduk dan tidur, dan janganlah engkau bahagiakan musuh dan orang yang dengki kepadaku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan seluruh binatang melata, engkau adalah dzat yang menjaga ubun-ubunnya. Dan aku memohon kepadamu kebaikan yang berada pada kekuasaaanmu”

Maka Allah Swt akan menghilangkan rasa bingungnya dari gangguan jin, manusia dan binatang melata.

Wahai Ali, Apabila engkau menghendaki dipenuhi keinginanmu, maka bacalah ayat kursi dan berdoalah kepada Allah Swt disaat mengalami kesulitan dan kebingungan, dan bacalah:

“( ياحي ياقيوم لاإله إلا أنت برحمتك أستغيث فاغفر لى وأصلح فى شأنى وفرج همى )”

YAA HAYYU WA QOYYUUMU LAA ILAAHA ILLA ANTA BIROHMATIKA ASTAGhIITsU FAGHFIRLII WA ASHLIH FII SYA-NII WA FARRIJ HAMMII.

Artinya: “wahai dzat yang maha hidup lagi maha kaya tidak ada tuhan melainkan engkau, dengan rahmatmu aku memohon pertolongan, maka ampunilah aku, baguskanlah tingkahku, dan hilangkanlah kebingunganku”.Maka Allah akan menghilangkan kebingungmu, kesulitanmu dan memenuhi segala kebutuhanmu.

Wahai Ali, Jika kamu mengalami kebingungan dan kesulitan, maka bacalah:

“( سبحانك ربى لاإله إلا أنت عليك توكلت أنت ربى العرش العظيم )”

SUBHANAKA ROBBII LAA ILAAHA ILLA ANTA ‘ALAIKA TAWAKKALTU ANTA ROBBUL ARSyIL ‘AZhIIM(I).

Artinya: “Maha Suci Engkau Wahai Tuhanku, Tiada Tuhan melainkan Engkau, aku pasrah kepadaMu, Engkau Tuhan yang menjaga arsy yang besar”.

Wahai Ali, Perbanyaklah membaca doa yang telah diajarkan malaikat Jibril kepadaku, yaitu doa (untuk kebaikan) agama, dunia dan akhirat.

Wahai Ali, Jika kamu melihat rembulan, maka bertahlillah kamu tiga kali, bertakbir tiga kali, dan bacalah:

“( الله أكبر وأعز وأقدر مما أخاف وأحذر )”

ALLAHU AKBAR(U), WA A’AZZU, WA AQDAR(U), MIMMAA AKHOOFU WA AHDzAR(U).

Artinya: “Allah Maha Besar, Maha Mulia dan Maha Kuasa dari perkara yang aku takuti dan khawatirkan”

Wahai Ali, Jika kamu berjumpa dengan orang yang kamu takuti, maka berdoalah:

“( اللهم إنى أدرء بك فى نحره وأستكفيك غضبه وأعوذ بك من شره )”

ALLAHUMMA INNII ADRO-A BIKA FII NAHARIHI WA ASTAKFIIKA GhODhOBAHU WA A’UUDzUBIKA MIN SyARRIHI.

Artinya: “Ya Allah, sesunggunya aku menolak denganmu dari lehernya (kejahatannya) dan aku memohon kecukupan kepadamu dari kebenciannya dan aku berlindung kepadamu dari keburukannya.” 

Fashal menjelaskan tentang Masalah Yang Berbeda-beda.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Siapa yang mengucapkan salam jika berjumpa dengan orang muslim, maka Allah Swt memberikan sepuluh kebaikan baginya, dan jawablah salam orang yang mengucapkan salam kepadamu, maka Allah Swt akan memberikan empat puluh kebaikan bagi orang yang menjawab salam.

Wahai Ali, Hindarilah sifat marah, karena marah berasal dari setan, dan setan itu berkuasa menggodamu ketika kamu dalam keadaan marah. Dan hindarilah doa orang yang terdzolimi (jangan berbuat dzolim), karena doanya dikabulkan Allah Swt, dan jika ia kafir maka baginya kekafirannya.

Wahai Ali, Hindarilah bersumpah palsu yang menyebabkan untung dalam berdagang, karena ia dapat menghapus rizqi dan (mengurangi) umur.

Wahai Ali, Siapa yang memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran maka Allah Swt akan menundukkan musuhnya. Dan siapa yang jujur dalam semua urusannya maka Allah Swt akan membenci orang yang membencinya. Dan jika anak yatim mengangis maka arsy’ goncang lalu Allah berkata kepada Jibril: “wahai Jibril luaskanlah neraka bagi orang  yang membuat nangis anak yatim, dan luaskanlah surga bagi orang  yang membuat senang anak yatim”.

Wahai Ali, Agama itu mengharapkan kebaikan bagi Allah Swt, Rasulullah dan semua orang yang beriman.

Wahai Ali, Tujuh golongan umatku yang berada di surga. Pertama, pemuda yang bertaubat. Kedua, orang yang bersodaqoh secara sembunyi-sembunyi. Ketiga, orang yang senantiasa shalat dhuha. Keempat, orang yang lebih ringan kehilangan harta dibandingkan shalat sendirian bersama imam. Kelima, orang yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah Swt. Keenam, orang yang bergaul bersama Ulama mengikuti pengajiannya.

Wahai Ali, Siapa yang menuntun orang buta dengan tangan kiri maka niscaya tangan kanannya orang buta itu akan mendatangi pada tangan kananmu (Memperoleh pertolongan).

Wahai Ali, Jika manusia menghadapi skaratul maut, tulang ruasnya memberikan salam kepada yang lainnya, ia berkata: “keselamatan bagimu, sesungguhnya aku mati begitupula rambut yang putih (uban) atas rambut yang hitam”.

Wahai Ali, Jagalah wasiyatku sebagaimana aku menjaganya dari malaikat Jibril dari Allah tuhan yang maha suci namanya dan tiada tuhan selainnya.

Wallohu A’lamu Bish Showabi.

Majelis Nuurus Sa’aadah.

Diterjemahkan dari kitab Washiyatul Musthofa (Asy Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni).

Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang. 

Segala puji bagi Allah yang mengurus semua alam, dan Shalawat serta Salam (Hormat) kepada penghulu kita Nabi Muhammad Saw dan keluarganya dan sahabatnya. Dan setelah itu (Pembukaan). Ini adalah Wasiyat Al Musthafa (Nabi Muhammad Saw) kepada Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib Karromallohu Wajhah.
 
Sayyidina Ali berkata: Aku dipanggil oleh Rasulullah Saw, lalu aku menyepi (berduaan) bersama beliau dirumah-Nya. 

Lalu beliau berkata kepadaku: "Wahai Ali, pangkatmu menurutku sama seperti Nabi Harun A.S saudaranya Nabi Musa A.S, hanya saja tidak ada Nabi setelah aku.
Sesungguhnya aku akan memberikan wasiyat kepadamu, jika kamu menjaga dan
mengamalkannya, maka kamu akan hidup terpuji dan mati dalam keadaan syahid, serta dibangkitkan dihari kiamat dalam keadaan faqih serta 'alim.

Wahai Ali, Barang siapa yang memakan makanan yang halal, maka agamanya akan menjadi bersih, hatinya menjadi lunak, dan tidak ada penghalang bagi doa-doa yang ia panjatkan.

Wahai Ali, Barang siapa yang memakan makanan yang Syubhat, maka agamanya akan samar baginya dan hatinya menjadi gelap. Dan barang siapa yang memakan makanan yang haram, maka hatinya akan mati, agamanya akan ringan, lemah keyakinannya, Allah akan menghalangi doa yang ia panjatkan (tidak dikabulkan doanya), dan sedikit ibadahnya (malas untuk beribadah).

Wahai Ali, Jika Allah murka kepada seseorang, maka Allah akan memberikan kepadanya rizki yang haram. Dan jika Allah sangat murka kepadanya, maka Allah akan menjadikan setan sebagai wakilnya yang selalu mengajaknya kepada harta yang haram, menemaninya, menyibukkannnya terhadap dunia dan mengalahkan akhirat, dan ia memudahkannya untuk urusan dunianya. Dan ia berkata: Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Wahai Ali, Seseorang yang berjalan kaki untuk mencari barang yang haram, maka setan menjadi temannya. Jika ia berkendara, maka setan dibonceng olehnya. Dan seseorang yang mengumpulkan harta yang haram, maka setan akan memakannya dan ia akan lupa menyebut nama Allah ketika berjima’, sehingga setan ikut andil dalam proses pembuatan anaknya. Dan ini sesuai dengan firman Allah Swt: “wasyaarikhum fil amwaali wal awlaadi wa ‘idhum”.

Wahai Ali, Allah tidak menerima Shalat tanpa wudhu dan shadaqah dari harta yang haram.

Wahai Ali, Seorang muslim senantiasa berada dalam tambahan pada agamanya selama ia tidak makan dari harta yang haram, dan barang siapa yang berpisah dari Ulama, maka hatinya akan mati, dan buta (inkar) dari kepatuhan kepada Allah ta’ala.

Wahai Ali, Barang siapa yang membaca Al Qur’an namun tidak menghalalkan perkara yang dihalalkan Allah dan tidak mengharamkan perkara yang diharamkan Allah, maka ia termasuk orang-orang yang membuang kitab Allah (Al Qur’an) dibelakang punggungnya.

Fashal tentang Wudhu dan Shalat.

Nabi Muhammad Saw bersabda: Sempurnakanlah wudhu kamu, karena menyempurnakan wudhu adalah sebagian dari iman. Jika engkau berwudhu maka janganlah berlebihan menggunakan air. Jika engkau selesai berwudhu maka bacalah –Innaa anzalnaahu fii lailatil qadri - (Surat al-Qadr) sepuluh kali setelah engkau selesai membasuh dua telapak kaki, maka Allah Swt menghilangkan rasa kesusahanmu.

Wahai Ali, Jika kamu selesai berwudhu ambillah air lalu usaplah lehermu dengan kedua tanganmu, dan berdo’alah: “Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an laailaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, astaghfiruka wa atuubu ilaika”. Kemudian lihatlah ketanah dan berdoalah: “asyhadu anna muhammadan ‘abduka warosuuluka”. Sesungguhnya orang yang membaca doa tersebut akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt terhadap semua dosa-dosanya yang kecil dan yang besar.

Wahai Ali, Sesungguhnya malaikat memohon ampun kepada Allah Swt terhadap manusia selama ia berada dalam keadaan suci (wudhu) dan belum berhadats (batal wudhunya).

Wahai Ali, Siapa yang mandi dihari Jum’at, maka Allah Swt mengampuni dosanya pada hari jum’at ini sampai jum’at yang akan datang, dan Allah Swt memberikan pahala dikuburnya dan memberatkan (pahala kebaikan) di timbangan (amalnya).

Wahai Ali, Hendaklah kamu memakai Siwak, karena disana terdapat dua puluh empat keutamaan untuk Agama dan badan.

Wahai Ali, Hendaklah kamu shalat pada waktunya, karena itu adalah inti dari semua keutamaan dan pokok dari ibadah. 

Wahai Ali, Malaikat Jibril berharap ingin menjadi manusia karena tujuh perkara:
1. Agar bisa Shalat lima waktu berjamaah bersama Imam,
2. Berkumpul bersama Ulama,
3. Menjenguk orang sakit,
4. Mengiring janazah (orang yang sudah meninggal),
5. Memberikan air kepada orang yang haus (menolong orang yang sedang dalam
kesulitan),
6. Mendamaikan dua orang yang sedang berseteru, dan
7. Memuliakan tetangga dan anak-anak yatim.

Maka, semangatlah kamu untuk melakukan tujuh perkara tersebut.

Wahai Ali, Shalatlah malamlah kamu, walaupun seperti lamanya memerah susu kambing (dalam waktu yang sebentar), karena orang yang shalat malam itu adalah sebaik-baik wajah manusia.

Wahai Ali, Jika kamu hendak takbir dalam shalat, renggangkanlah jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu berlempengan dengan kedua pundakmu. Dan jika kamu hendak bertakbir, letakkanlah tangan kananmu diatas tangan kirimu diatas pusarmu. Dan jika kamu ruku’, letakkanlah kedua tanganmu diatas dengkulmu dan renggangkanlah antara jari-jarimu.

Wahai Ali, Shalat shubuhlah kamu ketika remyang-remyang (terbit fajar shadiq), dan shalat maghriblah kamu ketika terbenamnya matahari dengan ukuran seperti memerah susu kambing, karena yang demikian itu termasuk perbuatan para Nabi alaihissalam.

Wahai Ali, Hendaklah kamu shalat berjamaah, karena (balasannya) disisi Allah bagaikan orang yang melakukan Ibadah Haji dan Umroh. Dan orang yang semangat berjamaah adalah hanyalah orang mu’min yang disukai oleh Allah, sedangkan orang yang enggan berjamaah adalah hanyalah orang fasiq yang dibenci oleh Allah.

Wahai Ali, Hamba yang paling utama disisi Allah adalah hamba yang ketika sujud membaca doa: “Robbi innii dzolamtu nafsii faghfirlii dzanbii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta”, artinya: wahai tuhanku, aku adalah orang yang dzalim kepada diriku, maka ampunilah dosaku, karena hanyalah engkau yang dapat mengampuni dosa-dosa. 

Wahai Ali, Lazimkanlah shalat dhuha baik diperjalanan maupun dirumah, karena ia akan dipanggil pada hari kiamat dari arah surga: “dimana orang-orang yang selalu melaksanakan shalat dhuha? Masuklah kalian kepintu dhuha dengan selamat dan sentosa”. Dan tidaklah Allah mengutus Nabi, kecuali memerintahkan mengerjakan Shalat Dhuha.

Wahai Ali, Termasuk kemuliaan seorang mu’min adalah istri yang patuh pada suami, shalat berjamaah dan tetangga yang menyukainya.

Fashal tentang Shaum (Puasa).

Nabi Muhammad Saw bersabda:

“( من صام رمضان واجتنب الحرام فيه والبهتان رضي الرحمن وأوجب له الجنان )”

Artinya: siapa yang berpuasa dibulan ramadhan dan ia menjauhi perkara yang haram dan buruk dibulan itu, maka Allah ridho dan menghendaki ia masuk kedalam surga.

Wahai Ali, Siapa yang berpuasa dibulan enam hari dibulan syawwal (mulai dari tanggal 2 syawwal sampai akhir bulan syawwal) setelah ia melaksanakan puasa Ramadhan, maka Allah menetapkan seperti puasa selama satu tahun.

Fashal tentang Shadaqah.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Sesungguhnya para Wali Allah tidak mendapatkan luasnya rahmat (kasih sayang) dan keridhoan Allah karena sebab rajin beribadah, tetapi mereka mendapatkannya karena sikap dermawan dan merasa hina dengan dunia.
 
Wahai Ali, Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya, jauh dari siksa-Nya. Sedangkan orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya, dan dekat dengan siksaan-Nya. 

Wahai Ali, Aku melihat tulisan diatas pintu surga: “kamu (surga) haram dimasuki orang yang pelit, durhaka kepada kedua orang tua dan provokator (orang yang suka mengadu domba).

Wahai Ali, Ketika Allah menciptakan surga, ia berkata: “Wahai Tuhanku, untuk siapa engkau menciptakanku?” Allah menjawab: “untuk semua orang yang dermawan dan bertaqwa”. Surga berkata: “Aku ridho (senang ditempati orang dermawan dan bertaqwa. Sedangkan neraka bertanya kepada Allah: “Wahai Tuhanku, untuk siapa engkau menciptakanku?” Allah menjawab: “untuk semua orang yang pelit dan sombong”. Neraka berkata: “aku (pantas) bagi mereka berdua”.

Wahai Ali, Siapa yang melawan hawa nafsunya maka surga akan menjadi tempatnya kembali, dan siapa yang mengikuti hawa nafsunya maka neraka jahannam akan menjadi tempatnya menetap nanti.

Wahai Ali, Takutlah kamu kepada doa orang yang dermawan, karena ketika ia terpeleset (salah dalam berbicara), Allah akan menggunakan kekuasaan-Nya untuk menolongnya.

Wahai Ali, Siapa yang memberi makan orang Islam dengan senang, Allah akan menetapkan baginya seribu kebaikan, menghapus seribu keburukan, mengangkat ia dengan seribu derajat.

Wahai Ali, Cintailah saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu.

Wahai Ali, Carilah kebaikan kepada orang-orang yang bagus perangainya, muliakanlah tamu. Karena, ketika tamu datang, ia membawa rizqi untukmu. Dan ketika ia pulang, ia pulang dengan membawa dosa tuan rumah lalu membuangnya kelaut.

Wahai Ali, Malaikat tidak masuk kerumah yang didalamnya terdapat gambar, patung, orang yang durhaka kepada kedua orang tua, atau rumah yang tidak pernah dimasuki tamu.

Wahai Ali, Berbuatlah kebaikan walaupun kepada orang yang rendah derajatnya. Ali bertanya: “Wahai Rasulallah, siapakah orang yang rendah derajatnya itu?”. Rasulullah menjawab: “yaitu orang yang ketika diberi nasihat baik tidak mau mengikutinya, ketika dilarang berbuat buruk ia tidak mau mendengarkan larangan tersebut, dan ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan orang kepadanya”.

Wahai Ali, Shadaqah secara diam-diam itu dapat memadamkan murka Allah, menarik keberkahan dan rizki yang banyak, berpagi-pagilah (berbuat pada pagi harilah) kamu dengan ber-shadaqah, karena turunnya bencana itu dipagi hari, lalu qadha (kepastian Allah) menolaknya diatas awan.

Wahai Ali, Jika engkau bershadaqah, maka bershadaqahlah dengan sesuatu yang paling bagus bagimu, karena shadaqah satu suap yang halal itu lebih disukai Allah daripada seratus misqal dari harta yang haram. Dan shadaqah yang engkau berikan sebelum mati lebih baik dari pada shadaqah yang diberikan setelah mati. Allah Swt berfirman:

“( يوم ينظر المرء ماقدمت يداه )”

Artinya: “ketika seseorang melihat harta yang ia berikan kepada orang lain”.

Wahai Ali, Bershadaqahlah kamu untuk orang-orang yang mati, karena Allah mewakilkan malaikat yang membawa shadaqah orang hidup untuk mereka, lalu mereka sangat senang karena shadaqah tersebut sebagaimana ketika mereka bergembira didunia. Dan mereka berdoa: “Ya Allah, ampunilah orang yang menerangi kubur kami, dan berilah mereka kabar gembira sebagaimana ia membuat kami gembira dengan shadaqah yang ia keluarkan”.

Wahai Ali, Berbuatlah (bershadaqahlah) dengan ikhlas karena Allah, karena Allah tidak menerima amal orang yang tidak ikhlas karena-Nya. Allah bersabda:

“( فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربه أحدا )”

Artinya: “siapa yang mengharap berjumpa dengan tuhan-Nya, maka hendaklah ia
mengerjakan amal kebaikan dan jangan menyekutukan dengan beribadah kepada tuhan-Nya dengan suatu apapun”.

Fashal tentang Doa, Istighfar, al-Qur’an, dan Dzikir.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Senantiasalah kamu berdoa antara adzan dan iqamah, karena doa pada waktu tersebut tidak akan tertolak.

Wahai Ali, Jika kamu berdoa renggangkanlah tanganmu berlempengan dengan dadamu, dan jangan kau angkat tanganmu diatas kepalamu, dan isyaratlah kamu dengan jari-jarimu yang kanan.

Wahai Ali, Janganlah kamu mengeraskan bacaan (Al Qur’an) mu dan doamu ketika ada orang yang sedang shalat disisimu, karena perbuatan demikian itu dapat mengganggu (membuat tidak khusyu’) shalat mereka.

Wahai Ali, Siapa yang berdzikir kepada Allah sebelum terbit fajar, sebelum terbit matahari dan terbenamnya matahari, maka Allah malu untuk menyiksanya di neraka.

Wahai Ali, Jika kamu shalat (Subuh), maka duduklah ditempatmu sampai terbit matahari, karena Allah akan memberikan pahala bagi orang yang duduk ditempat shalatnya seperti pahala melaksanakan haji, umroh, memerdekakan hamba sahaya atau shadaqah seribu dinar dijalan Allah.

Wahai Ali, Siapa yang mengucapkan setiap hari dua puluh lima kali kalimat:

“( أستغفر الله العظيم لى ولوالدي ولجميع المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات )”

ASTAGhFIRULLAHAL ‘AZhIIM(I), LII WA LIWALIDAYYA WA LIJAMII’IL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI WAL MU-MINIINA WAL MU-MINAATI AL AHYAA-I MINHUM WAL AMWAAT(I).

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, ampunan bagiku, kedua orang tuaku, semua orang islam dan orang yang beriman, baik mereka yang hidup maupun yang mati”. Maka Allah akan menetapkan ia termasuk kekasih-Nya.

Wahai Ali, Siapa yang mengucapkan setiap hari sepuluh kali kalimat:

“( لاإله إلا الله قبل كل أحد لاإله إلا الله بعد كل أحد لاإله إلا الله يبقى ربنا ويفنى كل أحد)”

LAA ILAAHA ILLALLAAHU QOBLA KULLI AHAD(IN), LAA ILAAHA ILLALLAAHU BA’DA KULLI AHAD(IN), LAA ILAAHA ILLALLAAHU YABQOO ROBBUNAA WA YAFNAA KULLU AHAD(IN).

Artinya: “Tiada Tuhan (yang berhaq untuk disembah dan wajib untuk disembah) selain Allah sebelum segala sesuatu apapun, tiada Tuhan selain Allah sesudah sesuatu apapun, tiada Tuhan selain Allah, Maha Kekal Tuhan kami dan pasti akan binasa sesuatupun selain Allah. Maka malaikat dilangit  akan selalu meminta ampun kepada Allah untuk orang yang membaca kalimat-kalimat tersebut.

Wahai Ali, Siapa yang memabaca setiap hari (25x) do’a:

“( اللهم بارك لى فى الموت وفيما بعد الموت )”

ALLAHUMMA BAARIK LII FIL MAUTI WA FIIMAA BA’DAL MAUTI.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku keberkahan diwaktu mati dan sesudah mati” Maka Allah tidak akan menghisab amal perbuatan yang ia kerjakan didunia, 

dan siapa yang bertakbir sepuluh kali sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari, maka Allah akan memeberikan pahala baginya seperti pahala seratus ahli ibadah dan seratus orang yang berjihad dijalan Allah.

Wahai Ali, Siapa yang bershalawat kepadaku seratus kali dalam sehari semalam, maka ia pasti akan mendapatkan syafaat (pertolongan) aku, dan banyak istighfar itu menjadi tameng (penghalang) bagi orang-orang yang bertaubat dari api neraka.

Fashal tentang Jujur (As Shidqi) dan Pertemanan (Ash-Shidaaqah).

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Jujurlah kamu sekalipun itu dapat membahayakan kepadamu pada waktu sekarang, karena kejujuran akan memberikan manfaat bagimu diwaktu yang akan datang. Janganlah kamu berdusta sekalipun itu dapat memberi manfaat kepadamu pada waktu sekarang, karena berdusta akan memberikan bahaya bagimu diwaktu yang akan datang.

Wahai Ali, Siapa yang banyak dosanya akan hilang kebanggaan dirinya (Cahaya di wajahnya).

Wahai Ali, Senantisalah kamu untuk jujur dalam bebicara, menjaga perkataan, menjaga amanat, dermawan, dan menjaga perut dari barang yang haram.

Wahai Ali, Seburuk-buruk teman adalah yang meremehkan temannya dan  membongkar rahasianya.

Wahai Ali, Seribu orang teman itu sedikit, sedangkan satu orang musuh itu banyak.

Wahai Ali, Pertemanan itu mempunyai beberapa tanda: Pertama menjadikan hartanya untuk mencukupi hartamu. Kedua, menjadikan dirinya untuk menjaga dirimu, dan Ketiga, harga dirinya untuk menjaga harga dirimu.

Fashal menjelaskan tentang Taubat.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Taubatnya seseorang tidak berarti sampai ia membersihkan perutnya dari makanan yang haram dengan usahanya yang baik.

Wahai Ali, Jika seseorang yang berilmu tidak bertaqwa maka nasihatnya menjadi bayangan dihati manusia sebagaimana tetesan air membayangi telur burung unta dan batu yang besar.

Wahai Ali, Jika seorang mu’min dalam empat puluh hari tidak duduk bersama (mengaji, belajar) kepada ulama maka hatinya menjadi keras dan berani melakukan perbuatan dosa besar, karena ilmu itu hidupnya hati (menghidupkan hati). 

Wahai Ali, Sesungguhnya Allah tidak malu untuk menyiksa orang kaya hasil dari mencuri (hasil haram) dan orang berilmu yang fasiq.

Fashal menjelaskan tentang menjaga lidah.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali. Janganlah kamu mencela seseorang karena keburukan yang ada padanya, setiap daging pasti didalamnya ada tulang, dan tidak ada ampunan bagi orang yang suka mencela seseorang sampai ia menghalalkannya atau meminta ampun untuknya.

Wahai Ali, Allah tidak menciptakan sesuatu yang paling utama daripada lidah, ia dapat memasukkan orang kesurga dan neraka, maka jagalah lidahmu karena ia bagaikan anjing liar.

Wahai Ali, Janganlah kamu melaknat orang Islam dan dâbbah (binatang melata yang dipakai untuk kendaraan, seperti unta, kuda, kerbau dll), karena la’nat tersebut akan kembali kepadamu.

Fashal menjelaskan tentang Malu.

Wahai Ali, Pokok agama semuanya bermuara pada sifat malu, ia menjaga kepala dan yang melingkupinya, juga menjaga perut dan yang ada didalamnya.

Fashal menjelaskan tentang Wara’.

Nabi Muhammad Saw bersabda: 

Wahai Ali, Tidak ada agama bagi orang yang tidak mempunyai rasa takut, tidak ada akal bagi orang yang tidak menjaga (larangan Allah), tidak ada iman bagi orang yang tidak wara’, tidak ada ibadah bagi orang yang tidak berilmu, tidak ada muru’ah (wibawa) bagi orang yang tidak mempunya kejujuran, tidak ada kesentosaan bagi orang yang tidak mempunyai rahasia, tidak ada taubat bagi orang yang tidak mendapatkan taufiq (dari Allah), tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mempunya rasa malu.

Wahai Ali, Siapa yang tidak waro’ (menjauhi) perbuatan ma’siyat, maka perut bumi (dipendam, mati) lebih baik baginya daripada ada diluar bumi (hidup), karena dihatinya tidak ada keimanan.

Wahai Ali, Inti dari sifat waro’ adalah meninggalkan haram dan sesuatu yang diharamkan Allah, sedangkan inti kemuliaan adalah meninggalkan ma’siyat.

Wahai Ali, Sesungguhnya seseorang bisa mencapai kepada derajat orang yang berpuasa (disiang hari), shalat malam/ tahajjud (dimalam hari) dan berperang dijalan Allah karena sebab ia mempunyai budi pekerti luhur (Akhlaq Mulia).

Wahai Ali, Jadilah kamu orang yang ajer (selalu senyum / tidak bermuka suram / tidak cemberut) karena Allah menyukai orang-orang yang ajer dan membenci orang yang cemberut yang tidak disenangi raut wajahnya.

Wahai Ali, Inti dari ibadah adalah diam, kecuali jika berdzikir kepada Allah.

Wahai Ali, Banyak tidur dapat membuat hati menjadi mati dan menghilangkan aura dalam wajah (cahaya muka), dan banyak dosa dapat membuat hati menjadi mati dan mewariskan penyesalan.

Wahai Ali, Siapa yang bersyukur ketika diberikan ni’mat oleh Allah dan bersabar ketika mendapatkan cobaan-Nya, dan ia berbuat buruk lalu memohon ampun kepada Allah, maka kelak ia akan masuk ke surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

Wahai Ali, Janganlah kamu terlalu senang karena Allah tidak menyukai orang yang terlalu senang, senantiasalah kamu bersedih (karena melakukan dosa) karena Allah menyukai orang-orang yang bersedih (akibat berbuat dosa).

Wahai Ali, Setiap datang hari yang baru ia selalu berkata: “Wahai manusia, aku adalah hari baru, dan menyaksikan perbuatanmu, maka lihatlah apa yang kau perbuat!”.

Fashal menjelaskan tentang Mencela Dunia.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Takutlah kamu kepada orang yang melupakan mati dan hanya mengingat dunianya. Lalu Sayyidina Ali bertanya kepada Nabi Muhammad Saw: “Siapakah mereka wahai rasulallah?”, Nabi menjawab: “mereka adalah orang yang orang-orang kaya, yang mempunyai dunia, kamu melihat mereka selalu menghadap untuk mengumpulkan dunia seperti menghadapnya ibu kepada anaknya, mereka adalah orang-orang yang merugi nanti”.
 
Fashal menjelaskan tentang Tingkah Manusia Menurut Allah Swt.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya. Seburuk-buruknya mereka disisi Allah adalah orang yang panjang usianya namun buruk perilakunya. Sebaik-baik mereka adalah orang yang panjang usianya dan bagus perilakunya. Manusia yang paling dibenci disisi Allah adalah orang yang makan sendirian (pelit), menolak tamunya, memukul hamba sahayanya (pembantunya), ia memuliakan orang kaya tapi menghinakan orang fakir. Dan yang paling buruk dari itu adalah orang yang hidup dengan barang yang haram dan mati dengan barang yang haram (seumur hidupnya bersama barang haram). Dan yang terburuk dari itu adalah orang yang panjang usianya namun buruk perilakunya, ia tidak bertaubat terhadap perbuatan yang dilarang Allah kepadanya, sedangkan ia mengharap ampunan Allah. Dan yang paling buruk dari yang terburuk itu adalah orang yang menampakkan shodaqohnya kepada saudaranya yang muslim dan berharap saudaranya menolak shodaqohnya. Dan yang terburuk lagi dari itu adalah orang yang melalui awal usianya dalam keadaan lupa, dan mengakhirinya dengan sikap malas dari patuh kepada Allah Swt.

Fashal menjelaskan tentang Tanda-Tanda Kebaikan.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Tanda sabar adalah bagusnya hati disisi Allah dan bagusnya ketaatan kepada Allah.

Wahai Ali, Orang yang beriman mempunyai tiga tanda: Pertama, benci harta. Kedua, benci perempuan (ma’siyat kepada perempuan yang belum halal). Dan Ketiga, benci berbicara dengan tujuan membuat malu orang lain.

Wahai Ali, Orang yang berakal mempunyai tiga tanda: Pertama, meminta pertolongan dunia untuk akhirat (menggunakan dunia untuk menuju akhirat). Kedua, menahan sikap kasar (tidak ramah) kepada orang lain. Dan Ketiga, sabar terhadap kesulitan-kesulitan. 

Orang yang bertaqwa mempunyai tiga tanda: Pertama, takut berdusta. Kedua, takut berbuat jahat dan bergaul bersama orang yang jahat. Ketiga, meninggalkan separuh perkara yang halal (seperti makan nasi hukumnya halal, namun tidak berlebihan memakannya) karena takut terjerumus kepada perkara yang haram.

Orang yang benar mempunyai tiga tanda: Pertama, menyembunyikan ibadah. Kedua, menyembunyikan shodaqoh. Dan Ketiga, menyembunyikan musibah. 

Orang yang ahli ibadah mempunyai tiga tanda: Pertama, benci kepada diri sendiri (karena perbuatan dosa). Kedua, muhasabah diri (mengoreksi diri sendiri). Dan Ketiga, memperbanyak ibadah dihadapan Allah.

Orang yang shalih mempunyai tiga tanda: Pertama, memperbaiki dirinya dihadapan Allah dan dihadapannya. Kedua, memperbaiki ibadahnya dengan perbuatan baik. Dan Ketiga, meridhoi (menyayangi) orang lain sebagaimana ia meridhoi dirinya sendiri.

Orang yang bahagia mempunyai tiga tanda: Pertama, memakan makanan yang halal. Kedua, bergaul dengan ulama. Dan Ketiga, shalat lima waktu bersama imam (berjama’ah). 

Wahai Ali, Orang yang alim (mengetahui agama) mempunyai tiga tanda: Pertama, bersegera melakukan ketaatan kepada Allah. Kedua, menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah. Dan Ketiga, berbuat baik kepada orang yang jahat kepadanya.

Wahai Ali, Orang yang dermawan mempunyai tiga tanda: Pertama, memaafkan ketika mampu. Kedua, mengeluarkan zakat. Dan Ketiga, suka mengeluarkan shadaqah.

Wahai Ali, Orang yang bijaksana mempunyai tiga tanda: Pertama, menyambung persaudaraan kepada orang yang memutuskannya. Kedua, memberikan kepada orang yang menghalanginya. Dan Ketiga, memaafkan orang yang berbuat jahat kepadanya.

Wahai Ali, Orang yang sabar mempunyai tiga tanda: Pertama, sabar ketika taat kepada Allah (melakukan perintah Allah). Kedua, sabar terhadap musibah (cobaan yang diderita). Dan Ketiga, sabar terhadap ketentuan Allah.

Wahai Ali, Orang yang bertaubat mempunyai tiga tanda: Pertama, menjauhi perkara yang diharamkan Allah. Kedua, semangat mencari ilmu. Dan Ketiga, tidak kembali melakukan dosa sebagaimana tidak kembali susu sapi ketempat perahannya.

Fashal menjelaskan tentang Tanda-Tanda Syirik (Menyekutukan Allah Swt)

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Orang kafir mempunyai tiga tanda: Pertama, ragu akan adanya Allah Swt. Kedua, benci beribadah kepada Allah Swt. Ketiga, lupa akan mematuhi Allah Swt.

Wahai Ali, Orang munafik mempunyai tiga tanda: Pertama, jika berbicara ia berdusta. Kedua, jika berjanji ia ingkari. Ketiga, jika diberikan amanat ia khianat dan nasihat baik tidak bermanfaat baginya.

Wahai Ali, Orang yang riya’ mempunyai tiga tanda: Pertama, ia menyempurnakan ruku’ dan sujudnya (shalatnya) ketika bersama manusia (ditempat ramai) sedangkan ketika shalat sendirian ia tidak menyempurnakannya. Kedua, ia semangat (dalam ibadah) ketika orang yang memuji (ibadahnya). Dan Ketiga, ia selalu berdzikir kepada Allah Swt ditempat ramai dan lupa ditempat sepi.

Wahai Ali, Orang yang amat bodoh (akalnya sangat kurang) mempunyai tiga tanda: Pertama, menggampangkan kewajiban dari Allah Swt. Kedua, banyak berbicara ketika dzikir kepada Allah. Dan Ketiga, menghina Allah Swt.

Wahai Ali, Orang yang terhina mempunyai tiga tanda: Pertama, banyak berdusta. Kedua, banyak bersumpah palsu. Dan Ketiga, banyak mengharap kepada manusia.

Wahai Ali, Orang yang celaka mempunyai tiga tanda: Pertama, memakan makanan yang haram. Kedua, menjauhi Ulama. Dan Ketiga, shalat sendirian.

Wahai Ali, Orang yang berdosa mempunyai tiga tanda: Pertama, suka akan kerusakan. Kedua, membahayakan orang lain. Dan Ketiga, menjauhi petunjuk kebenaran.

Wahai Ali, Orang yang dzalim mempunyai tiga tanda: Pertama, ia tidak memperdulikan dari mana ia makan. Kedua, ia memaksa orang yang berhutang kepadanya. Dan Ketiga, ia menggunakan kekerasan kepada orang yang berhutang kepadanya jika memungkinkan untuk itu.

Fashal menjelaskan tentang Doa-Doa.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Jika kamu hendak masuk masjid mulailah masuk dengan kakimu yang kanan, dan keluarlah dengan kaki yang kiri.

Wahai Ali, Senantiasalah kamu membaca surat Yâsȋn diwaktu pagi dan sore hari, karena orang yang membacanya akan selalu berada dalam lindungan Allah.

Wahai Ali, Siapa yang membaca surat Al Hasyr tiap malam, maka Allah Swt akan menghilangkan keburukan dunia dan akhirat baginya.

Wahai Ali, Siapa yang membaca surat Al Baqoroh tiap malam Jum’at, maka akan muncul cahaya diantara langit ketujuh sampai kepada lapis bumi yang ketujuh. Dan siapa yang membaca surat Al-Dukhȏn dan surat Al-Mulk pada malam Jum’at, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menghilangkan fitnah kuburnya dan siapa yang membaca ayat akhir surat al-Kahfi ketika hendak tidur dalam keadaan miring, maka Allah Swt akan memberikan cahaya dari kepalanya sampai kepada tumitnya. Dan siapa yang membaca surat al-Thâriq ketika hendak tidur maka akan mendapatkan kebaikan sebanyak bilangan bintang dilangit.

Wahai Ali, Siapa yang membaca surat Al Mulk dan setelahnya membaca doa:

“( اللهم أعصمنى بالإسلام قائما وأعصمنى قاعدا وراقدا ولاتشمت فى عدوا ولا حاسدا، اللهم إنى أعوذ بك من شر كل دابة انت اخذ بناصيتها وأسألك الخير الذي بيدك )”

ALLAHUMMA’ShUMNII BIL ISLAAMI QOO-IMAN, WA’ShUMNII BIL ISLAAMI QOO’IDAN WA ROOQIDAN, WA LAA TUSyMIT FIYYA ‘UDUWWAN WA LAA HAASIDAN ALLAHUMMA  INNII A’UUDzUBIKA MIN SyARRI KULLI DAABBATIN ANTA AKhIDzUN BINAAShIYATIHA WA AS-ALUKAL KhOIROL LADzII BIYADIKA.

Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan berpegang teguh kepada agama Islam dalam keadaan berdiri dan jagalah aku dalam keadaan duduk dan tidur, dan janganlah engkau bahagiakan musuh dan orang yang dengki kepadaku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan seluruh binatang melata, engkau adalah dzat yang menjaga ubun-ubunnya. Dan aku memohon kepadamu kebaikan yang berada pada kekuasaaanmu”

Maka Allah Swt akan menghilangkan rasa bingungnya dari gangguan jin, manusia dan binatang melata.

Wahai Ali, Apabila engkau menghendaki dipenuhi keinginanmu, maka bacalah ayat kursi dan berdoalah kepada Allah Swt disaat mengalami kesulitan dan kebingungan, dan bacalah:

“( ياحي ياقيوم لاإله إلا أنت برحمتك أستغيث فاغفر لى وأصلح فى شأنى وفرج همى )”

YAA HAYYU WA QOYYUUMU LAA ILAAHA ILLA ANTA BIROHMATIKA ASTAGhIITsU FAGHFIRLII WA ASHLIH FII SYA-NII WA FARRIJ HAMMII.

Artinya: “wahai dzat yang maha hidup lagi maha kaya tidak ada tuhan melainkan engkau, dengan rahmatmu aku memohon pertolongan, maka ampunilah aku, baguskanlah tingkahku, dan hilangkanlah kebingunganku”.Maka Allah akan menghilangkan kebingungmu, kesulitanmu dan memenuhi segala kebutuhanmu.

Wahai Ali, Jika kamu mengalami kebingungan dan kesulitan, maka bacalah:

“( سبحانك ربى لاإله إلا أنت عليك توكلت أنت ربى العرش العظيم )”

SUBHANAKA ROBBII LAA ILAAHA ILLA ANTA ‘ALAIKA TAWAKKALTU ANTA ROBBUL ARSyIL ‘AZhIIM(I).

Artinya: “Maha Suci Engkau Wahai Tuhanku, Tiada Tuhan melainkan Engkau, aku pasrah kepadaMu, Engkau Tuhan yang menjaga arsy yang besar”.

Wahai Ali, Perbanyaklah membaca doa yang telah diajarkan malaikat Jibril kepadaku, yaitu doa (untuk kebaikan) agama, dunia dan akhirat.

Wahai Ali, Jika kamu melihat rembulan, maka bertahlillah kamu tiga kali, bertakbir tiga kali, dan bacalah:

“( الله أكبر وأعز وأقدر مما أخاف وأحذر )”

ALLAHU AKBAR(U), WA A’AZZU, WA AQDAR(U), MIMMAA AKHOOFU WA AHDzAR(U).

Artinya: “Allah Maha Besar, Maha Mulia dan Maha Kuasa dari perkara yang aku takuti dan khawatirkan”

Wahai Ali, Jika kamu berjumpa dengan orang yang kamu takuti, maka berdoalah:

“( اللهم إنى أدرء بك فى نحره وأستكفيك غضبه وأعوذ بك من شره )”

ALLAHUMMA INNII ADRO-A BIKA FII NAHARIHI WA ASTAKFIIKA GhODhOBAHU WA A’UUDzUBIKA MIN SyARRIHI.

Artinya: “Ya Allah, sesunggunya aku menolak denganmu dari lehernya (kejahatannya) dan aku memohon kecukupan kepadamu dari kebenciannya dan aku berlindung kepadamu dari keburukannya.” 

Fashal menjelaskan tentang Masalah Yang Berbeda-beda.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

Wahai Ali, Siapa yang mengucapkan salam jika berjumpa dengan orang muslim, maka Allah Swt memberikan sepuluh kebaikan baginya, dan jawablah salam orang yang mengucapkan salam kepadamu, maka Allah Swt akan memberikan empat puluh kebaikan bagi orang yang menjawab salam.

Wahai Ali, Hindarilah sifat marah, karena marah berasal dari setan, dan setan itu berkuasa menggodamu ketika kamu dalam keadaan marah. Dan hindarilah doa orang yang terdzolimi (jangan berbuat dzolim), karena doanya dikabulkan Allah Swt, dan jika ia kafir maka baginya kekafirannya.

Wahai Ali, Hindarilah bersumpah palsu yang menyebabkan untung dalam berdagang, karena ia dapat menghapus rizqi dan (mengurangi) umur.

Wahai Ali, Siapa yang memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran maka Allah Swt akan menundukkan musuhnya. Dan siapa yang jujur dalam semua urusannya maka Allah Swt akan membenci orang yang membencinya. Dan jika anak yatim mengangis maka arsy’ goncang lalu Allah berkata kepada Jibril: “wahai Jibril luaskanlah neraka bagi orang  yang membuat nangis anak yatim, dan luaskanlah surga bagi orang  yang membuat senang anak yatim”.

Wahai Ali, Agama itu mengharapkan kebaikan bagi Allah Swt, Rasulullah dan semua orang yang beriman.

Wahai Ali, Tujuh golongan umatku yang berada di surga. Pertama, pemuda yang bertaubat. Kedua, orang yang bersodaqoh secara sembunyi-sembunyi. Ketiga, orang yang senantiasa shalat dhuha. Keempat, orang yang lebih ringan kehilangan harta dibandingkan shalat sendirian bersama imam. Kelima, orang yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah Swt. Keenam, orang yang bergaul bersama Ulama mengikuti pengajiannya.

Wahai Ali, Siapa yang menuntun orang buta dengan tangan kiri maka niscaya tangan kanannya orang buta itu akan mendatangi pada tangan kananmu (Memperoleh pertolongan).

Wahai Ali, Jika manusia menghadapi skaratul maut, tulang ruasnya memberikan salam kepada yang lainnya, ia berkata: “keselamatan bagimu, sesungguhnya aku mati begitupula rambut yang putih (uban) atas rambut yang hitam”.

Wahai Ali, Jagalah wasiyatku sebagaimana aku menjaganya dari malaikat Jibril dari Allah tuhan yang maha suci namanya dan tiada tuhan selainnya.

Wallohu A’lam Bish Showabi.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/  
Instagram : http://www,instagram.com/shulfialaydrus/  
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/   
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/ 
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/  

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس