Kamis, 01 Desember 2022

Dzikir Dan Doa Sesudah Shalat.

Dzikir Dan Doa Sesudah Shalat. 

1. Membaca Istighfar. 

 أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIMA, ALLADZII LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUM WA ATUUBU ILAIHI. 3x.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الشَّنِّيُّ حَدَّثَنِي أَبِي عُمَرُ بْنُ مُرَّةَ قَال سَمِعْتُ بِلَالَ بْنَ يَسَارِ بْنِ زَيْدٍ مَوْلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar Asy Syanni telah menceritakan kepadaku bapakku Umar bin Murrah dia berkata; saya mendengar Bilal bin Yasar bin Zaid bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan kepadaku ayahku dari kakekku, dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan; ASTAGHFIRULLAAHAL 'ADZIIM ALLADZII LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUM WA ATUUBU ILAIH (Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, dzat yang tiada Ilah melainkan Dia, yang Maha hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) serta aku bertaubat kepada-Nya) Maka (dosa-dosanya) akan di ampuni sekalipun ia telah lari dari peperangan." Abu 'Isa berkata; "Hadits ini derajatnya gharib, dan kami tidak mengetahuinya melainkan dari jalur ini." (HR. At Tirmidzi No.3501) 

حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْوَصَّافِيِّ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ وَإِنْ كَانَتْ عَدَدَ وَرَقِ الشَّجَرِ وَإِنْ كَانَتْ عَدَدَ رَمْلِ عَالِجٍ وَإِنْ كَانَتْ عَدَدَ أَيَّامِ الدُّنْيَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْوَصَّافِيِّ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْوَلِيدِ

Telah menceritakan kepada kami Shalih bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah? dari Al Washshafi? dari 'Athiyyah? dari Abu Sa'id? radliallahu 'anhu dari Nabi? shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barang siapa ketika (sebelum tidur) menuju tempat tidurnya mengucapkan; ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIM ALLADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM WA ATUUBU ILAIH (Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, yang selalu hidup dan senantiasa mengurus makhukNya. Aku bertaubat kepadaNya) sebanyak tiga kali maka Allah mengampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih lautan, walaupun sebanyak daun pohon, walaupun sebanyak kerikil, walaupun sebanyak hari-hari di dunia." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari sisi ini dari hadits Al Washshafi 'Ubaidullab bin Al Walid. (HR. Ahmad No.3319)

2.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR. Dibaca 3x setiap habis shalat dan 10x habis shalat subuh dan maghrib.

Artinya : Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya. Allah adalah Maha Kuasa atas segaIa sesuatu. 
 
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَ رِقَابٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَبِي زَائِدَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي السَّفَرِ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ رَبِيعِ بْنِ خُثَيْمٍ بِمِثْلِ ذَلِكَ قَالَ فَقُلْتُ لِلَّربِيعِ مِمَّنْ سَمِعْتَهُ فَقَالَ مِنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ فَقُلْتُ لِعَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ مِمَّنْ سَمِعْتَهُ فَقَالَ مِنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى فَقُلْتُ لِابْنِ أَبِي لَيْلَى مِمَّنْ سَمِعْتَهُ قَالَ مِنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ يُحَدِّثُهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Umar bin Abu Zaidah dari Abu Ishaq dari Amru bin Maimun berkata; barang siapa yang membaca LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR sebanyak sepuluh kali, maka sama seperti orang yang membebaskan empat orang budak dari keturunan Isma'il. Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Umar bin Abu Zaidah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Safar dari Asy Sya'bi dari Rabi' bin Hutsaim seperti itu. Perawi berkata; saya berkata kepada Rabi'; dari siapa engkau mendengarnya?, dia berkata; dari Amru bin Maimun maka aku berkata kepada Amru bin Maimun; dari siapa engkau mendengarnya?, dia berkata; dari Ibnu Abu Laila lalu aku berkata kepada Ibnu Abu Laila; dari siapa engkau mendengarnya?, dia berkata; dari Abu Ayyub Al Anshari menceritakan kepadanya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. (HR. Ahmad No.22480, Ahmad No.22418) 

3.

اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

ALLAHUMMA LAA MAANI'A LIMA A'THAITA WA LAA MU'THIA LIMAA MANA'TA WA LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selian Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginya segala kekuasaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan, serta tidak ada yang bisa memberi sesutau yang Engkau halangi, serta tidak bermanfaat kekayaan di sisi-Mu, karena hanya dari-Mu lah kekayaan).

4.

اللَّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَاالجَنَّةَ دَارَالسَلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَادَ اْلجَلاَلٍ وَاْلإِكْراَمِ

ALLAHUMMA ANTAS-SALAAMU WA MINKAS-SALAAMU WA ILAIKA YA'UUDUS-SALAAMU FAHAYYINAA RABBANAA BIS-SALAAMI WA ADKHILNAAL-JANNATA DAARAS-SALAAMI TABAARAKTA RABBANAA WA TA'AALAITA YAA DZAL-JALAALI WAL-IKRAAM. 

Ya Allah, Engkau sumber keselamatan, dari Engkaulah datangnya keselamatan dan kepadaMu lah kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan, Maha banyak anugerahMu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan/kemulyaan. 

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَا يَقْعُدُ إِلَّا مِقْدَارَ مَا يَقُولُ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَقَالَ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ثَوْبَانَ وَابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَوَى خَالِدٌ الْحَذَّاءُ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ نَحْوَ حَدِيثِ عَاصِمٍ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ بَعْدَ التَّسْلِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ وَرُوِيَ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari 'Ashim Al Ahwal dari Abdullah bin Al Harits dari 'Aisyah ia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah selesai salam beliau tidak duduk kecuali sekadar ucapan: "ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM DZAL JALAALI WAL IKRAAM (Ya Allah, Engkau adalah keselamatan dan dari-Mu keselamatan itu, Engkaulah pemberi berkah dan Dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan)." Telah menceritakan kepada kami Hannad Ibnu As Sari berkata; telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu'awiyah Al Fazari dan Abu Mu'awiyah dari 'Ashim Al Ahwal dengan sanad yang serupa, beliau mengucapkan: "TABAARAKTA YA DZAL JALAALI WAL IKRAM (Engkau Maha Pemberi berkah, wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan)." Ia berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari Tsauban, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abu Sa'id, Abu Hurairah dan Al Mughirah bin Syu'bah." Abu Isa berkata; "Hadits 'Aisyah ini derajatnya hasan shahih. Khalid juga telah meriwayatkan hadits ini dari hadits 'Aisyah dari Abdullah bin Al Harits sebagaimana hadits riwayat 'Ashim. Telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya setelah salam beliau mengucapkan: "LAA ILAAHA ILLAALLAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIT WA HUWA 'ALA KULLI SYAI'IN QADIIR, ALLAHUMMA LAA MAANI'A LIMA A'THAITA WA LAA MU'THIA LIMAA MANA'TA WA LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selian Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginya segala kekuasaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan, serta tidak ada yang bisa memberi sesutau yang Engkau halangi, serta tidak bermanfaat kekayaan di sisi-Mu, karena hanya dari-Mu lah kekayaan)." Diriwayatkan juga darinya bahwa Rasulullah mengucapkan: "SUBHAANA RABBIKA RABBIL 'IZZATI 'AMMA YASHIFUUN WA SALAAMUN 'ALAL MURSALIIN WAL HAMDULILLAHI RABBIL 'ALAMIIN (Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka (orang-orang kafir) sifatkan. Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada para utusan Allah, dan segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam)." (HR. At Tirmidzi No. 275)

5.

- Setelah itu, Anda bisa mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak masing-masing 33 kali, kemudian menyempurnakannya sehingga genap menjadi seratus dengan mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR. 

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah; Rasulullah bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan : 

 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)
 
6.

- Kemudian membaca Ayat Kursi serta surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Al-Jami’ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410)

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348) 

7.

Lalu berdoa.. terserah berdoa apa saja karena banyak sekali doa-doa yang dibaca sama Nabi Muhammad saww. 

Atau silahkan dowanload kumpulan doa-doa dan dzikir yang disusun Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh di : 

https://drive.google.com/file/d/1_BXmkhvfTz0l9ykJRIZy1lRHAGf_LGrb/view?usp=share_link 

atau download macam-macam artikel dan doa :   

http://www.4shared.com/account/dir/RycXH9ky/_online.html 

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Selasa, 22 November 2022

Fidyah Dengan Shalawat Fatih.

Fidyah Dengan Shalawat Fatih.

فدية بصلاة الفاتح
اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُـحَمَّدِ نِ اْلفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِاْلحَقِّ بِاْلحَقِّ وَاْلهَادِيْ اِلَى صِرَاطِكَ اْلمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ أَلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ اْلعَظِيْمِ ( 10× ) اللهم اِنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ أُهْدِيْهَا لِكُلِّ مَنْ لَهُ عَلَيَّ وَعَلىَ وَالِدَيَّ تَبَاعَةٌ أَوْ مَظْلَمَةٌ أَوْ حَقٌّ أَوْ دَيْنٌ يُطَالِبُنِيْ بِهِ وَإِيَّاهُمَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ مِنْ خُرُوْجِيْ وَخُرُوْجِهِمَا مِنْ بَطْنِ أُمِّيْ وَأُمِّهِمَا إِلَى مُسْتَقَرِّيْ وَمُسْتَقَرِّهِمَا فِى التُّرَابِ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْهُمَا وَبَلِّغِ الثَّوَابَ إِلَيْهِمْ يَقْتَسِمُوْنَ ذَاِلكَ عَلَى قَدْرِ أَنْصِبَآئِهِمْ وَحِصَصِهِمْ فِى التَّبِعَاتِ وَالظَّلاَمَاتِ وَالدُّيُوْنِ وَاْلحُقُوْقِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ. وَاْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Sayyid Muhammad Ibnul `Arooby Ad Dimroowy ra berkata : ”Sebagian dari yang telah diajarkan oleh Syeikh kami Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany ra. tatkala aku bertanya kepada beliau tentang masalah gibah dan masalah lain yang serupa dengan itu seperti mengambil hal milik orang. Maka beliaupun menjelaskan : 

Bacalah sholawat Al Fatih (10x), 

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُـحَمَّدِ نِ اْلفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِاْلحَقِّ بِاْلحَقِّ وَاْلهَادِيْ اِلَى صِرَاطِكَ اْلمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ أَلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ اْلعَظِيْمِ 

ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADINIL FAATIHI, LIMAA UGhLIQO WAL KhOOTIMI LIMAA SABAQO, NAAShIRIL HAQQI BIL HAQQI, WAL HAADII ILAA ShIROOTIKAL MUSTAQIIMI WA ‘ALAA AALIHI HAQQO QODRIHI WA MIQDAARIHIL ‘AZhIIM(I).

Ya Allah curahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW. yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanmu yang lurus, Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaannya yang Maha Agung.

lalu ucapkanlah pernyataan/doa ini :

اللهم اِنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ أُهْدِيْهَا لِكُلِّ مَنْ لَهُ عَلَيَّ وَعَلىَ وَالِدَيَّ تَبَاعَةٌ أَوْ مَظْلَمَةٌ أَوْ حَقٌّ أَوْ دَيْنٌ يُطَالِبُنِيْ بِهِ وَإِيَّاهُمَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ مِنْ خُرُوْجِيْ وَخُرُوْجِهِمَا مِنْ بَطْنِ أُمِّيْ وَأُمِّهِمَا إِلَى مُسْتَقَرِّيْ وَمُسْتَقَرِّهِمَا فِى التُّرَابِ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْهُمَا وَبَلِّغِ الثَّوَابَ إِلَيْهِمْ يَقْتَسِمُوْنَ ذَاِلكَ عَلَى قَدْرِ أَنْصِبَآئِهِمْ وَحِصَصِهِمْ فِى التَّبِعَاتِ وَالظَّلاَمَاتِ وَالدُّيُوْنِ وَاْلحُقُوْقِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ. وَاْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

ALLAHUMMA INNAA HADzIHISh ShOLAATA UHDIIHAA LIKULLI MAN LAHU ‘ALAYYA WA ‘ALAA WALIDAYYA TABAA’ATUN AU MAZhLAMATUN AU HAQQUN AU DAINUN YUThOOLIBUNII BIHI WA IYYAHUMAA YAUMAL QIYAAMATI BAINA YADAIKA MIN KhURUUJII WA KhURUUJIHIMAA MIN BAThNI UMMII WA UMMIHIMAA ILAA MUSTAQORRII WA MUSTAQORRIHIMAA FIT TUROOBI, ALLAHUMMA TAQOBBAL MINNII WA MINHUMAA WA BALLIGhITs TsAWAABA ILAIHIM YAQTASIMUUNA DzAALIKA ‘ALAA QODRI ANShIBA-IHIM WA HIShOShIHIM FIT TABI’AATI WAZh ZhOOLAAMAATI WAD DUYUUNI WAL HUQUUQI, WAShOLLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI WA SALLAM, SUBHAANA ROBBIKA ROBBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YAShIFUUNA WA SALAAMUN ‘ALAAL MURSALIINA, WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIINA.

 Ya Allah sholawat ini aku hadiahkan kepada setiap orang yang bagiku dan bagi kedua orang tuaku ada semacam tanggungan, kezholiman, hak yang aku langgar serta hutang piutang yang belum sempat aku tunaikan sejak aku lahir hingga aku mati, yang akan ia tuntut aku pada hari kiamat dihadapan-Mu. Ya Allah, terimalah bacaan sholawatku ini, dan sampaikanlah pahalanya kepada mereka, agar mereka mendapatkan pahalanya sesuai dengan bagian mereka masing-masing.

(Ghoyatul `Amaany, Syekh Muhammad As Sayyid At Tijany hal 8).

Wallahu a’lam bish showab.

Adapun salah satu sanad muttashil (bersambung) kepada Sayyid Muhammad Al Bakri (pemilik shalawat Fatih) yang alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus miliki sebagai berikut:

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين بن اصمت البتاوي عن العلامة المعمر السيد احمد بن ابي بكر بن احمد بن حسين الحبشى عن العلامة الشيخ عمر حمدان المحرسى المكى عن الشيخ فالح بن محمد الظاهري عن الشيخ محمد بن على الخطابي السنسي عن الحافظ السيد مرتضى الزبيدى عن الشمس محمد سالم الحفنى عن عبد العزيز الزيادى عن الشمس محمد بن العلاء البابلي عن الشيخ نور الدين علي بن ابراهيم الحلبي الشافعي المصري عن الامام القطب سيدي محمد البكري الصديقي رضي الله عنه

Silahkan di amalkan, alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan sholawat Fatih dan doa fidhyah dengan sholawat faith tersebut untuk bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, katakana QOBILTU (saya terima) bila ingin mengamalkan dan ingin menyambungkan sanad shalawat Fatih tersebut.

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis ulang dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Penebus Dosa Ghibah.

Penebus Dosa Ghibah.

Syekh Abdul Wahhab Asy Sya’raniy radhiyallahu anhu (wafat tahun 973 Hijriyah) menyebutkan dalam kitab Lawaqihul Anwar Qudsiyah Fil Uhudil Muhammadiyah halaman 406 bahwasanya: Syekh Abu Al Mawahib Asy Syadzilliy (wafat 901 Hijriyah) berkata:

رأيت النبي صلى الله عليه و سلم في المنام فقلت يا رسول الله ما كفارة الغيبة إذا لم تبلغ صاحبها ؟ فقال كفارتها أن تقرأ قل هو الله أحد والمعوذتين وتهدي ثواب ذلك في صحائف من اغتبته . والله غفور رحيم .

Aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan aku bertanya: Ya Rasulallah, apa kaffarat (penggugur) dosa ghibah di mana si korban tidak mengetahui kalau dirinya sering dighibahi ? Beliau menjawab: Penggugur dosa ghibah tersebut adalah kau baca surat Al Ikhlash (Qulhu) dan Muawwidzatain (Al Falaq dan An Nas) lalu engkau hadiahkan pahala bacaan tersebut mengisi catatan kebaikan orang yang kau ghibahi. Dan Allah Maha pengampun dan Maha Penyayang.

Adapun jika orang yang kita ghibahi telah mengetahui bahwa kita telah mengghibahinya, maka kita harus datang kepadanya dan meminta agar dia merelakan perbuatan kita.

Tetapi bila kita meminta maaf, si korban tersebut kita ketahui dengan yakin tidak akan memberi maaf karena dampaknya sangat menyakitkan dirinya, maka jalan keluarnya yaitu hendaknya kita memuji dia dengan kebaikan-kebaikan yang dia miliki di seada-adanya tempat yang kita pernah mencelanya dan kita memperbanyak istighfar buat orang tersebut.

كَفَّارَةُ مَنِ اغْتَبْتهُ أَنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُ

Kafarat (tebusannya) orang yang kau ghibahi adalah engkau memohon ampunan untuknya.

Adapun sanad muttashil (bersambung) kepada Imam Abul Mawahib Asy Syadzilliy radhiyallahu anhu sebagai berikut:

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي الاندونيسي ألان الله قلبه القاسي عن العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن الكتاني عن والده الحافظ شيخ الرواية سيدي محمد عبد الحي بن عبد الكبير الكتاني الادريسي عن المعمر عمر بن طاهر بن الشريف العلوي المكناسي عن ابي حامد العربي ابن المعطى الشرقاوي عن الحافظ مرتضى الزبيدي عن المعمر محمد بن حسن الوفائي عن المعمر محمد ين يوسف الطولوني عن الشيخ عبد الوهاب الشعراني عن الامام ابي المواهب الشاذلي رضي الله عنه .

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis ulang dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Selasa, 08 November 2022

Hukum Memakai Cadar Menurut Mazhab Empat.


Majelis Nuurus Sa’aadah. 

Hukum Memakai Cadar Menurut Mazhab Empat.

Dalam bahasa Arab, cadar diterjemahkan dengan “niqab”. Niqab berarti pakaian yang menutupi wajah seseorang. Dengan demikian, pembahasan soal hukum memakai cadar tidak bisa lepas dari pembahasan soal batasan aurat perempuan, terutama terkait wajah.

Para ulama berbeda pendapat soal status wajah perempuan; apakah termasuk aurat atau tidak? Pertama, mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Maliki, sebagian besar ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menyatakan, wajah perempuan tidak termasuk aurat, sehingga tidak wajib ditutupi. Syekh Al-Marghinani dari mazhab Hanafi berkata:

   وَبَدَنُ الْحُرَّةِ كُلُّهَا عَوْرَةٌ إِلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا   

“Dan keseluruhan badan perempuan merdeka adalah aurat, kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (Lihat: Ali bin Abu Bakar al-Marghinani, al-Hidayah Syarh Al-Bidayah, juz 1, h. 285).   Senada dengan Al-Marghinani, Syekh Ibnu Khalf al-Baji dari mazhab Maliki menuturkan:

   وَجَمِيْعُ الْمَرْأَةِ عَوْرَةٌ إِلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا   

“Dan keseluruhan (badan) perempuan adalah aurat, kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (Sulaiman bin Khalf al-Baji, al-Muntaqa Syarh Al-Muwattha’, juz 4, h. 105).   

Imam Nawawi dari mazhab Syafi’i juga menuturkan:

   وَأَمَّا الْمَرْأَةُ فَإِنْ كَانَتْ حُرَّةً فَجَمِيْعُ بَدَنِهَا عَوْرَةٌ إِلَّا الْوَجْهَ وَالْكَفَّيْنِ   

“Adapun perempuan, jika merdeka, maka seluruh tubuhnya merupakan aurat, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.” (Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Raudhatut Thalibin, juz 1, h. 104).   

Sedangkan, Syekh Ibnu Qudamah al-Hanbali menyebutkan:

   وَالْمَرْأَةُ كُلُّهَا عَوْرَةٌ إِلَّا الْوَجْهَ، وَفِي الْكَفَّيْنِ رِوَايَتَانِ   

“Dan seluruh tubuh perempuan adalah aurat, kecuali wajah. Sedangkan terkait kedua telapak tangan terdapat dua riwayat.” (Abdullah bin Qudamah, al-Kafi fi Fiqhil Imam Ahmad, juz 2, h. 20).

Kedua, sebagian ulama mazhab Syafi’i yang lain menyatakan, wajah perempuan termasuk aurat, maka wajib ditutupi. Syekh Syarqawi menulis:

   أَمَّا عَوْرَتُهَا خَارِجَ الصَّلَاةِ بِالنِّسْبَةِ لِنَظَرِ الْأَجْنَبِيِّ إِلَيْهَا فَجَمِيْعُ بَدَنِهَا حَتَّى الْوَجْهَ وَالْكَفَّيْنِ   

“Adapun aurat perempuan di luar shalat dari sisi pandangan laki-laki lain terhadap dirinya adalah seluruh badannya, sampai wajah dan kedua telapak tangan.” (Lihat: Abdullah bin Hijazi Asy-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi Ala Tuhfathit Tullab, juz 1, h. 174).   

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Maliki, sebagian ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan bahwa wajah perempuan tidak termasuk aurat, sehingga tidak wajib ditutupi dengan cadar dan sejenisnya. Sedangkan, sebagian ulama mazhab Syafi’i yang lain menyatakan bahwa wajah termasuk aurat, sehingga wajib ditutupi.   

Meskipun demikian, terkait hukum memakai cadar, para ulama memberikan perincian sebagai berikut:   

Memakai Cadar saat Ihram. 

Para ulama empat mazhab bersepakat bahwa perempuan yang sedang melakukan ihram dilarang (diharamkan) memakai cadar. Jika ia tetap memakai cadar, tanpa ada kebutuhan mendesak, maka ia wajib membayar denda. Mereka berpedoman pada hadis riwayat Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

   وَلاَ تَنْتَقِبُ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ، وَلاَ تَلْبَسُ القُفَّازَيْنِ   

"Dan seorang wanita yang berihram tidak boleh memakai cadar dan tidak boleh memakai kaos tangan."   

Memakai Cadar saat Shalat. 

Para ulama mazhab empat juga sepakat bahwa memakai cadar saat melaksanakan shalat hukumnya makruh. Syekh Mansur bin Yunus Al-Bahuti menyebutkan:

   وَيُكْرَهُ أَنْ تُصَلِّيَ فِي نِقَابٍ وَبُرْقُعٍ بِلَا حَاجَةٍ، قَالَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ: أَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ عَلَى الْمَرْأَةِ أَنْ تَكْشِفَ وَجْهَهَا فِي الصَّلَاةِ وَالْإِحْرَامِ.   

Dan dimakruhkan bagi perempuan shalat dengan (memakai) cadar dan burqu’, tanpa ada hajat. Ibnu Abdil Bar berkata: Para ulama bersepakat bahwa seorang perempuan harus membuka wajahnya pada saat shalat dan ihram. (Lihat: Mansur bin Yunus Al-Bahuti, Kasysyaful Qina an Matnil Iqna’, juz 2, h. 256).   

Memakai Cadar saat Akad Nikah. 

Dalam mazhab Syafi’i, para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakai cadar saat akad nikah. Sebagian ulama menyatakan bahwa pernikahan perempuan yang bercadar tidak sah kecuali jika kedua saksi mengetahuinya, baik nama, nasab, atau gambar perempuan tersebut.

   قَالَ جَمْعٌ: وَلَا يَنْعَقِدُ نِكَاحُ مُنْتَقِبَةٍ إلَّا إِنْ عَرَفَهَا الشَّاهِدَانِ اسْمًا وَنَسَبًا أَوْ صُورَةً   

"Sekelompok ulama berkata: Dan pernikahan perempuan yang memakai cadar tidak sah, kecuali jika kedua saksi mengetahuinya, baik nama dan nasabnya, atau gambarnya." (Lihat: Ahmad bin Muhammad bin Hajar al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj, juz 10, h. 261). 

Akan tetapi, sebagian ulama lain tidak mensyaratkan kedua saksi melihat wajah perempuan saat akad. Disebutkan dalam kitab Hawasyi Asy-Syarwani Ala Tuhfatil Minhaj:

   لَا يُشْتَرَطُ رُؤْيَةُ الشَّاهِدَيْنِ وَجْهَهَا فِي انْعِقَادِ النِّكَاحِ   

"Tidak disyaratkan kedua saksi melihat wajah perempuan untuk keabsahan pernikahan."   

Memakai Cadar pada Selain Kondisi di Atas. 

Para ulama empat mazhab berbeda pendapat terkait hukum memakai cadar pada selain kondisi di atas (dalam kondisi biasa), termasuk saat bekerja. 

Pertama, ulama mazhab Hanafi, sebagian ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menyatakan bahwa memakai cadar hukumnya mubah.   

Kedua, ulama mazhab Maliki menyatakan, memakai cadar hukumnya makruh karena termasuk berlebih-lebihan dalam beragama.   

Ketiga, menurut sebagian ulama mazhab Syafi’i hukum memakai cadar adalah sunnah, bahkan sebagian ulama menghukuminya wajib. (Lihat: Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, juz 41, h. 134).   

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa para ulama bersilang pendapat terkait hukum memakai cadar pada kondisi normal (kondisi biasa). Mayoritas ulama membolehkannya, sebagian ulama menghukuminya makruh, sebagian ulama menghukuminya sunnah, dan sebagian ulama mewajibkannya.   

Semoga keragaman pendapat ulama ini bisa membuat kita semakin moderat, toleran, dan tidak mudah menyalahkan kelompok lain yang berbeda dengan kita. Wallahu A’lam.     

Penulis : Ustadz Husnul Haq, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Mamba’ul Ma’arif Tulungagung, dan Dosen IAIN Tulungagung.

Website : https://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : http://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
http://www.facebook.com/shulfialaydrus/
http://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Selasa, 11 Oktober 2022

Sholawat Fulus.

Sholawat Fulus (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus). 

Sholawat ini Habib yang buat, insya Allah manfaatnya agar diberikan sama Allah rizki berupa uang, sholawat ini dibaca sebanyak-banyaknya setiap hari, terutama dibaca sehabis sholat lima waktu, semakin banyak dibaca semakin bagus, Habib ijazahkan sholawat ini bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, Ajaztukum.

Ini sholawatnya : 

اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رُوْحِ الْقُدُسِ صَلَاةً تَرْزُقُنَا بِهَا الْفُلُوْسَ وتَجِيْئُ لَنَا بِهَا الْفُلُوْسَ وَتُكْثِرُ لَنَا بِهَا الْفُلُوْسَ وَتُعْطِي لَنَا بِهَا الْفُلُوْسَ وَتُقَرِّبُ لَنَا بِهَا الْفُلُوْسَ وَتُيَسِّرُلَنَا بِهَا الْفُلُوْسَ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ بِعَدَدِ أَنْوَاعِ النَّفَسِ وَالنُّفُوْسِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

ALLAHUMMA ShOLLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN RUUHIL QUDUS(I), ShOLAATAN TARZUQUNAA BIHAL FULUUS(A), WA TAJII-U LANAA BIHAL FULUUS(A), WA TUKTsIRU LANAA BIHAL FULUUS(A), WA TU’ThII LANAA BIHAL FULUUS(A), WA TUQORRIBU LANAA BIHAL FULUUS(A), WA TUYASSIRU LANAA BIHAL FULUUS(A), WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI BI’ADADI ANWAA’IN NAFASI WAN NUFUUS(I), BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN(A) 

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Ruh yang suci, dengan sholawat Engkau beri rizki kepada kami berupa uang, dan Engkau datangkan kepada kami uang, dan Engkau banyakkan rizki kami berupa uang, dan Engkau beri kami uang, dan  Engkau dekatkan kepada kami rizki berupa uang, dan Engkau mudahkan keuangan kami, dan sampaikan juga rahmat, salam dan keberkahan atas keluarganya dan sahabatnya dengan sebanyak macam bilangan nafas dan jiwa-jiwa manusia, dengan rahmat (pertolongan)-Mu Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : http://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
http://www.facebook.com/shulfialaydrus/
http://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس




Rabu, 05 Oktober 2022

Dzikir Al Habib Ali bin Hasan Al 'Aththos.

Dzikir Al Habib Ali bin Hasan Al 'Aththos.

(فائدة) قال سيدنا الإمام الهمام علي بن حسن العطاس في كتابه (القرطاس): هذا ورد عظیم المنفعة، كثير الفضل والسعة، وهو من أوراد العباد والزهاد والأبدال والأوتاد، وهو من الكنوز العظيمة، والخروز الكريمة، وقد حافظوا على ترتيبه كل يوم بعد صلاة الصبح وبعد صلاة المغرب، فمن رتبه كذلك كفاه الله ما أهمه صادقاً كان أو كاذباً، وقد لازمة أهل الخير والصلاح، وعرفوا فيه الخير والبركة والفلاح، وقد جربوه لتيسير الرزق، وكفاية الهموم، وتسخير الخلق، والحفظ من كيد الأعداء والسخر والجن والشياطين، ومن كل عاهة في النفس والأهل والمال، وشرح في الصدر وحسن الثناء والذكر، والنور في القلوب وغير ذلك مما لا يحصى، وهو هذه الأذكار العشرة : 

Telah berkata Sayyidina Al Imam Al Humam Ali bin Hasan Al ‘Aththos di dalam kitabnya (Al Qirthos) : Ini (10 macam) dzikir yang agung manfaatnya, banyak dan luas keutamaannya, dan dzikir ini dzikirnya hamba Allah yang ahli ibadah, Abdal dan Autad, Dan dzikir ini dari pembendaharaan yang besar (agung), permata yang mulia, dan untuk menjaga (mengamalkannya dengan) teratur (istiqomah) setiap hari sesudah sholat Subuh dan sesudah sholat Maghrib, Dan barangsiapa istiqomah mengamalkan dzikir ini, Allah cukupi apa yang dirisaukannya baik jujur ataupun dusta, dan ketahuilah di dalamnya penuh kebaikan, keberkahan dan kesuksesan, Dan terbukti untuk keluasan rizki, menghilangkan kesedihan, dan di jaga dari tipuan (gangguan) musuh, sihir, jin dan syaithon, dan dari setiap gangguan atas dirinya, keluarganya dan hartanya, Dan melapangkan hati dan baik pujian dan sebutan, dan penuh cahaya dihati dan selain itu masih banyak lagi manfaatnya. 

Dan ini 10 macam dzikir tersebut :

الأول : بسم الله الرحمن الرحيم (مئة مرة) 

1. BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM. 100x. 

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. (dibaca 100 kali)

الثاني : الحمد لله رب العلمين (مئة مرة) 

2. ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN. 100x. 

Segala Puji untuk Allah, Tuhan semesta Alam. (dibaca 100 kali)

الثالث : اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد وسلم (مئة مرة) 

3. ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA SALLIM. 100x. 

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga Beliau dan salam. (dibaca 100 kali)

الرابع : لا إله إلا الله، محمد رسول الله (مئة مرة) 

4. LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR ROSUULULLAAH. 100x.

Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad Yaitu Utusan Allah. (dibaca 100x)

الخامس : سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم (مئة مرة) 

5. SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL 'AZhIIM. 100x. 

Maha suci Allah dan segala puji untuk-NYA. Maha suci Allah Yang Maha Agung. (dibaca 100 kali)

السـادس : أستغفر الله العظيم وأسأله التوبة . (مئة مرة) 

6. ASTAGhFIRULLAAHAL’ AZhIIMA WA AS-ALUHUT TAUBA(TA/H). 100x.

Aku memohon ampunan dari Allah Yang Maha Agung dan memohon kepadaNya Taubat. (dibaca 100 kali)

السابع : اللهم إني أسألك فعل الخيرات، وترك المنكرات، وحب المساكين، وأن تغفر لي وترحمني (مئة مرة) 

7. ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA FI’LAL KhOIROOTI, WA TARKAL MUNKAROOTI, WA HUBBAL MASAAKIINI, WA AN TAGhFIRO LII WATARHAMANII. 100x. (dibaca 100 kali)

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar bisa mengerjakan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran dan mencintai orang-orang miskin dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku.

الثامن : أن تقرأ قل هو الله أحـده (مئة مرة)

8. Membaca surat Al Ikhlas 100x.

التاسع : حسبنا الله ونعم الوكيل (مئة مرة) 

9. HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIILU. 100x. 

Cukuplah Allah untuk kami sebaik-baik pelindung. (dibaca 100 kali)

العاشر : اللهم صل على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آل سيدنا محمد وسلم. (ثلاث مرات)

10. ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADININ NABIYYIL UMMIYYI WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA SALLIM. 3x.

Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi yang Ummi (tidak bisa membaca dan menulis) dan atas keluarganya dan sallam. (dibaca 3 kali)

(Kitab An Nujumuz Zahiroh – Al Faqih Al Muhaqqiq Al Allamah Ad Da’i Ilallah Al Habib Zein bin Ibrohim Bin Sumaith, Halaman 74 - 76, Penerbit As Salam) 

Adapun sanad yang bersambung kepada Kitab An Nujumuz Zahiroh – Al Allamah Al Habib Zein bin Ibrohim Bin Sumaith, yang Habib riwayatkan sebagai berikut : 

الحبيب محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن كياهي زكريا الانصاري عن العلامة الحبيب زين بن إبراهيم بن سميط 

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan doa tersebut diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : http://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
http://www.facebook.com/shulfialaydrus/
http://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Sabtu, 01 Oktober 2022

Sholawat Liruyatin Nabi.

Sholawat Liruyatin Nabi (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus). 

Sholawat ini Habib yang buat, untuk wasilah melihat Nabi di dalam mimpi dan saat terjaga, dan agar dapat berkumpul dengan beliau di dunia dan di akhirat, sholawat ini dibaca sebanyak-banyaknya setiap hari, minimal 3x sehabis sholat 5 waktu, dan 100x setiap malam, terutama dibaca 100x pada malam Jum’at. Habib ijazahkan sholawat ini bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, Ajaztukum.

Ini sholawatnya : 

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الرَّحْمَنِ وَ صَاحِبِ الْوَسِيْلَةِ صَلَاةً تَرَيْنَا بِهَا وَجْهَ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْمَنَامِ وَ الْيَقَظَةِ وَتَجْمَعُنَا بِهَا مَعَ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ اَلْفَ مَرَّةٍ

ALLAHUMMA ShOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN HABIIBIR ROHMAN(I) WA ShOOHIBIL WASIILA(TI/H), ShOLAATAN TAROINAA BIHAA WAJHA NABIYYIKA SAYYIDINAA MUHAMMADIN FIL MANAAMI WAL YAQOZhO(TI/H), WA TAJMA’UNAA BIHAA MA’A NABIYYIKA SAYYIDINAA MUHAMMADIN FID DUNYAA WAL AAKhIRO(TI/H), WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI WA SALLIM ‘ADADA KULLI DzARROTIN ALFA MARRO(TIN/H). 

Ya Allah, berilah rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad sebagai kekasih Ar Rohman dan sebagai wasilah (perantara), dengan sholawat Engkau perlihatkan kepada kami wajah Nabi-Mu Sayyidina Muhammad di dalam mimpi atau di dalam keadaan terjaga, dan Engkau kumpulkan kami dengan wasilah sholawat bersama Nabi-Mu Sayyidina Muhammad di dunia dan di akhirat, dan berilah juga rahmat dan salam kepada keluarganya dan sahabatnya sebanyak bilangan atom (debu) seribu kali.

Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : http://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa'aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau 
http://www.facebook.com/shulfialaydrus/
http://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس